Berbagai persiapan jelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang akan digelar pada 15-16 November 2022 di Nusa Dua, Bali, telah rampung.
Dari pantauan DW Indonesia, berbagai aturan diterapkan jelang KTT G20, salah satunya aturan ganjil genap yang diterapkan di area Nusa Dua untuk mengurai kemacetan selama perhelatan itu berlangsung.
Terdapat tiga isu strategis yang akan diusung Indonesia dalam presidensi G20 yakni arsitektur kesehatan global, transformasi ekonomi berbasis digital, dan transisi energi.
Salah satu isu penting yang juga menjadi sorotan global mengenai perang Rusia dan Ukraina yang sudah berlangsung selama 9 bulan.
“Kita tidak beralih dari tiga tema utama G20, kita tahu bahwa G20 adalah forum kerja sama ekonomi dan multilateral, tema-tema yang diusung terkait persoalan ekonomi. Bisa saja nanti diperluas di dalam sesi-sesi itu.”
“Misalnya ancaman krisis pangan, atau ancaman krisis energi, dan ancaman krisis ekonomi. Termasuk mungkin isu geopolitik yang berdampak pada masalah ekonomi,” papar Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo Usman Kansong kepada DW Indonesia.
Makna absennya Putin di G20
KTT G20 dihadiri oleh 17 kepala negara dan pemerintahan yang mewakili 20 negara dengan ekonomi besar di dunia.
Dalam pernyataan persnya, Presiden Joko Widodo menyebut kehadiran 17 kepala negara dan pemerintahan menjadi hal yang “sangat menggembirakan, di masa yang sangat sulit seperti sekarang ini.”
Meski demikian, Presiden Rusia Vladmir Putin tidak hadir dalam pertemuan tahunan tersebut. Rusia mengirimkan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov untuk hadir pada KTT G20.












