Menkes RI Selidiki Kematian Dokter Spesialis Tewas dalam Kondisi Mulut Berbusa

Jakarta – Dokter spesialis berinisial M (47) di Kabupaten Nabire, Papua Tengah ditemukan tewas dalam kondisi mulut berbusa di rumah dinasnya. Polisi kini tengah melakukan penyidikan guna mengungkap penyebab kematian korban.

“Benar adanya penemuan mayat yang merupakan seorang dokter. Kini kasus tersebut tengah kami selidiki,” ungkap Kapolres Nabire AKBP I Ketut Suarnaya, kepada wartawan, Jumat (10/3/2023).

M ditemukan tewas di rumah dinasnya Kelurahan Siriwini, Nabire, Papua Tengah, pada Kamis (9/3) sekitar pukul 19.00 WIT.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik dr Siti Nadia Tarmizi juga mengonfirmasi meninggalnya dokter spesialis tersebut. Namun, pihaknya belum bisa memberikan keterangan pasti alasan di balik kematian tewasnya dokter M.

“Masih dicari tahu,” jelas dr Nadia saat dihubungi detikcom Jumat (10/3/2023).

Meninggalnya (M) meninggalkan duka mendalam bagi para sejawat, salah satunya dokter spesialis penyakit dalam dr Ning. Dalam akun Instagram pribadinya, ia mengaku mengenal dekat almarhumah semasa hidup.

Ia mengaku terkejut dengan berita duka itu, terlebih muncul dugaan korban tindakan kriminal, meskipun saat ini masih dalam penyelidikan.

“Beberapa bulan terakhir juga beliau sempat mengeluhkan keamanan di daerah sekitar rumah dinas, tapi belum mendapatkan tanggapan serius karena memang belum ada kejadian yang merugikan saat itu,” ceritanya dalam akun @drningz, dikutip detikcom atas izin yang bersangkutan.

“Kasus ini pun sepertinya akan sulit diungkap karena beliau tinggal sendiri di rumah dinas. Jika benar, ini harus jadi perhatian semua stake holder, dokter ini adalah definisi yang sebenarnya dari pengabdian,” sambungnya.

Dalam postingan dr Ning, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ikut berkomentar. Ia menekankan sudah berkomunikasi langsung dengan beberapa pihak di Papua.
“Saya sudah minta diteliti penyebab kematiannya karena apa. Nanti saya minta secara resmi diupdate,” tandas Menkes.

“Saya juga sedang bicara dengan beberapa pihak terkait strategi layanan kesehatan di papua yang rawan bagi para tenaga kesehatan. Karena sifatnya agak tertutup tidak bisa saya share ke publik,” sambungnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *