7 Tanda-tanda Gula Darah Tinggi yang Sering Tidak Disadari

Beberapa orang mungkin tidak menyadari dirinya memiliki gula darah tinggi atau mengalami hiperglikemia (lonjakan gula darah). Ya, untuk mengetahui kadar gula darah secara pasti, seseorang perlu melakukan tes gula darah yang diuji di laboratorium.

Namun, ada beberapa gejala atau tanda-tanda yang bisa menunjukkan bahwa Anda memiliki gula darah tinggi. Tanda-tanda gula darah tinggi Lonjakan gula darah dapat menyebabkan gejala yang kerap tidak kita sadari, di antaranya: Haus berlebihan Dikutip dari Medline Plus, sering merasa haus atau merasa kurang terhidrasi bisa menjadi gejala gula darah tinggi yang sering tidak kita sadari. Ginjal biasanya menyerap kembali glukosa dan mengirimkannya kembali ke aliran darah. Namun, ketika gula darah tinggi, glukosa ekstra itu dilepaskan melalui urin. Sering buang air kecil hingga mengompol Sering buang air kecil merupakan akibat dari rasa haus berlebihan. Semakin kita haus, otomatis akan semakin banyak minum. Peningkatan buang air kecil ini dikenal sebagai poliuria yang ternyata juga dipicu karena kadar glukosa yang tinggi. Tubuh akan membuang gula darah tinggi lewat urine yang keluar berulang kali sehingga Anda sering ingin kencing. Kebanyakan orang mengalami peningkatan buang air kecil pada malam hari. Anak-anak dengan diabetes tipe 1 mungkin sampai mengompol akibat gula darah tinggi.

Kelaparan ekstrem Orang yang mengalami kenaikan gula darah bisa menjadi mudah lapar dan butuh porsi yang lebih banyak agar merasa kenyang. Peningkatan rasa lapar ini dikenal sebagai polifagia. Saat kelebihan glukosa dikeluarkan melalui urin, kalori yang terkandung dalam glukosa juga dikeluarkan. Itu berarti Anda tidak mengonsumsi kalori, yang menyebabkan rasa lapar. Alhasil, Anda akan makan lebih banyak untuk menggantikan kalori yang hilang. Kondisi ini bisa memicu kadar gula darah semakin tinggi, terlebih apabila Anda mengidam makanan manis. Berat badan turun drastis Berat badan yang tiba-tiba turun drastis dan bukan disebabkan karena diet atau kondisi kesehatan lain, bisa menjadi gejala awal gula darah tinggi. Glukosa seharusnya digunakan sebagai sumber energi. Namun, gangguan insulin mengakibatkan glukosa menumpuk di darah dan seseorang memiliki kadar gula darah yang tinggi. Ketika glukosa tidak bisa dijadikan sebagai sumber energi, tubuh menyedot energi dari otot dan lemak di dalam tubuh yang lama kelamaan membuat berat badan turun drastis. Pandangan kabur Gula darah tinggi dapat mengubah kadar cairan di mata Anda. Terlalu banyak gula dan air bisa menyebabkan lensa mata tidak dapat berubah bentuk, sehingga menyebabkan penglihatan buram. Gula darah tinggi juga dapat menyebabkan pembengkakan pada jaringan mata, sehingga pandangan menjadi kabur atau susah fokus. Penglihatan kabur ini biasanya bersifat sementara dan akan hilang ketika kadar gula darah Anda kembali normal.

Bacaan Lainnya

Mati rasa dan kesemutan Mati rasa dan kesemutan di tangan dan kaki dapat terjadi ketika seseorang memiliki sirkulasi darah yang buruk akibat penumpukan glukosa.

Selain itu, gula darah yang meningkat secara kronis dapat merusak saraf. Kondisi ini dikenal sebagai neuropati diabetik. Neuropati diabetik yang paling sering terjadi yaitu neuropati perifer, yang membuat kaki dan tungkai dan terkadang tangan dan lengan. Perubahan suasana hati Mengetahui efek gula darah tinggi terhadap suasana hati sulit diukur secara akurat. Namun, dilansir dari Health, banyak penderita diabetes melaporkan bahwa fluktuasi gula darah (tinggi atau rendah) yang ekstrem bisa menyebabkan perubahan suasana hati dan perilaku. Ada tanda-tanda gula darah tinggi yang sering kita sadari, yaitu mulai dari haus berlebihan hingga perubahan suasana hati. Dengan mengetahui tanda-tanda gula darah tinggi, kita bisa dengan cepat mencari bantun medis untuk menghindari kondisi yang parah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *