Haus dan lelah merupakan salah satu hal yang kerap dikeluhkan sebagian orang saat menjalankan puasa Ramadhan selama kurang lebih 13 – 14 jam. Namun, ada cara yang bisa dilakukan untuk menahannya sehingga puasa tetap berjalan lancar.
Ahli Gizi di Klinik Kesehatan Dubai, Sara Abdelghany menjelaskan bahwa ada beberapa makanan yang harus dihindari. Hal tersebut bertujuan agar tetap berenergi dan mencegah rasa haus saat berpuasa selama Ramadhan.
“Agar tetap berenergi selama jam-jam puasa, sangat penting untuk merencanakan makanan Anda dan membagi kalori yang akan Anda konsumsi menjadi dua hingga tiga kali makan dan camilan per hari,” jelas Sara dilansir dari Alarabiya.
“Juga sangat penting untuk membuat pilihan yang sehat untuk menghindari rasa lapar, sakit kepala, pusing dan energi rendah,” sambungnya.
Lebih lanjut Sara mengatakan bahwa beberapa kategori makanan harus dihindari selama puasa. Ini karena dapat menyebabkan kembung, dehidrasi, dan penambahan berat badan.
“Hindari makan gorengan dan makanan berlemak saat berbuka puasa. Makanan berlemak tinggi akan menyebabkan perut tidak nyaman dan kembung,” kata Sara.
Makanan olahan, seperti sosis dan daging yang dilapisi tepung roti, dan sup siap saji sangat tinggi sodium dan monosodium glutamat. Makanan jenis ini, Sara mengungkapkan bisa menyebabkan rasa haus yang berlebihan.
Selain itu, beberapa minuman yang populer selama bulan suci Ramadhan, seperti jus segar hingga soda, sarat dengan gula, yang akan menyebabkan kenaikan berat badan dan menyebabkan lonjakan kadar insulin.
Meski nikmat dan menyegarkan dikonsumsi saat buka puasa, namun bisa mengakibatkan meningkatnya keinginan untuk mengonsumsi gula dan ngemil berlebihan, serta rasa lapar saat puasa. Sementara beberapa orang suka menikmati makanan manis selama puasa, yang terbaik adalah membatasi jumlah makanan penutup yang dikonsumsi.
“Hindari terlalu banyak makanan manis dan makanan penutup setiap hari. Cobalah untuk membatasi makanan manis, terutama makanan manis Ramadhan yang populer, hingga tiga kali seminggu dan selalu jaga porsinya,” saran Sara.
“Banyak orang akan melewatkan atau mengganti makanan panas dengan yang manis-manis. Itu pasti akan menyebabkan kenaikan berat badan dan meningkatkan rasa lapar karena nutrisi yang terlewat seperti protein dan sayuran,” tambahnya.
Minuman berkafein, seperti kopi dan minuman ringan, harus dihindari karena menyebabkan tubuh kehilangan air dan meningkatkan dehidrasi. Hidrasi adalah kunci selama puasa karena umat Islam pergi berjam-jam tanpa seteguk air.
“Umumnya, kita membutuhkan antara delapan hingga 12 gelas air setiap 24 jam, tergantung pada tingkat aktivitas, usia, dan jenis kelamin kita. Minum seluruh jumlah sekaligus dalam satu hingga dua jam tidak akan membantu. Ginjal kita memiliki kapasitas terbatas untuk menyaring satu liter per jam,” ujar Sara.
Yang terbaik adalah mendistribusikan asupan cairan sepanjang periode antara buka puasa dan sahur. Di mana buka puasa dengan satu hingga dua gelas air dan bertujuan untuk minum satu gelas air setiap jam.
“Hindari menunggu sampai Subuh untuk minum air. Itu mungkin menambah rasa haus keesokan harinya. Juga, overhidrasi tidak dianjurkan karena ini akan menguras potasium dan meningkatkan rasa haus,” tandasnya
Cara lain untuk memastikan bahwa berpuasa tetap terhidrasi adalah dengan mengonsumsi buah-buahan dan sayuran segar ke dalam makanan. Keduanya kaya akan air dan tinggi potasium, yang membuat tubuh terhidrasi selama berjam-jam.
Dehidrasi rentan dialami oleh mereka yang berpuasa. Setelah seharian tidak makan dan minum, beberapa orang bisa saja mengalami dehidrasi. Penyebabnya banyak, termasuk aktivitas yang berlebihan selama puasa dan saat sahur tidak mencukupi kebutuhan air secara optimal.
Saat buka puasa, kita diharapkan mengembalikan hidrasi tubuh. Makanya, disarankan untuk buka puasa dengan air putih. Ini diharapkan agar tubuh kembali terhidrasi, baru kemudian makan.
Untuk menghidrasi tubuh usai seharian berpuasa, Anda tak hanya bisa mengandalkan asupan air putih. Dijelaskan Shreela Sharma, profesor dan ahli diet dari UTHealth School of Public Health di Houston, makanan juga bisa mengembalikan hidrasi tubuh.
Jadi, Anda bisa memadukan minum air putih dengan makanan tertentu yang mempunyai manfaat hidrasi yang baik. Dengan mengonsumsi makanan untuk hidrasi, kata Sharma, bukan hanya hidrasi yang dicapai tapi juga pemenuhan gizi tubuh.
“Makanan tidak hanya menghidrasi, tapi juga bergizi dan menyediakan berbagai nutrisi termasuk vitamin dan serat,” kata Sharma.
Tentu hal itu pun baik untuk tubuh yang kehilangan banyak nutrisi karena berpuasa.
Nah, pada artikel ini terangkum 10 makanan untuk mencegah dehidrasi karena seharian berpuasa seperti dikuti Dikutip Everday Health.
1. Mentimun
Menurut praktisi kesehatan yang berbasis di New York City, dr Julie Devinsky, mentimun terdiri dari 95 persen air. Karena itu makanan ini menjadi salah satu yang paling baik untuk menghidrasi tubuh.Konsumsi mentimun bisa dengan berbagai cara, bisa langsung dimakan mentah atau jadi tambahan salad yang nikmat dimakan saat berbuka puasa.
2. Seledri
Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), seledri rendah kalori (hanya 15 kalori per empat batang). Tak hanya itu, seledri juga diketahui kaya akan vitamin dan mineral, plus mengandung air yang baik untuk hidrasi tubuh.Agar memakan seledri terasa lebih nyaman dan enak di lidah, Anda bisa menambahkan selai kacang ke atasnya.”Anda juga bisa tambahkan batang seledri ke salad tuna,” saran dr Devinsky.
3. Semangka
Semangka tinggi air dan rendah kalori. Menurut USDA, dalam 1 cup semangka, kalori yang terkandung hanya 46 kalori. Itu kenapa, makanan ini baik untuk menghidrasi tubuh setelah seharian berpuasa.
4. Melon
Dokter Sharma mengatakan, jika Anda bosan dengan semangka, pilihan buah lain yang bisa dijajal untuk menghidrasi tubuh adalah melon. Ya, buah ini bukan hanya memiliki kandungan air tapi juga potasium yang tinggi.Potasium adalah elektrolit alami yang baik. Anda bisa makan langsung melon segar di saat buka puasa atau dapat menambahkan buah ini ke salad buah kesayangan Anda.
5. Stroberi
Stroberi sudah dikenal luas buah yang kaya akan vitamin C. Menurut USDA, per 1 cup stroberi terkandung 100 mg vitamin C.Bukan hanya kaya akan vitamin C, stroberi juga mengandung 91 persen air. Ini membuatnya dapat menjadi pilihan buah yang baik untuk menghidrasi tubuh.
6. Lettuce
Lettuce termasuk sayuran yang kaya akan air karena 95 persen isinya air. Untuk menikmati sayuran ini, Anda bisa membuatnya jadi salad atau disayur sebagai hidangan buka puasa atau sahur.
7. Tomat
Menurut Berkeley Wellness, tomat mengandung air sekitar 94 persen. Sama seperti melon, tomat juga ternyata kaya akan potasium. Buah satu ini bisa Anda olah menjadi jus tomat yang segar untuk menu berbuka puasa.
8. Paprika
Dijelaskan dalam Berkeley Wellness, paprika mengandung air sebanyak 94 persen. Sayuran ini pun masuk dalam daftar makanan yang baik untuk menghidrasi tubuh.Untuk menikmati paprika, Anda bisa membuat irisan besar paprika yang kemudian ditambahkan ke dalam salad.
9. KembangKol
Kembang kol mengandung 92 persen air. Sayuran ini diketahui kaya vitamin C dan vitamin K. Anda bisa menjadikan kembang kol sebagai menu sahur atau buka puasa, karena sayuran ini pun baik untuk menurunkan kolesterol.
10. Zucchini
Memang tidak begitu familiar di telinga, tapi buah yang biasa disebut ‘labu musim panas’ ini mengandung air hampir 95 persen. Bukan hanya air, zucchini juga kaya akan antioksidan yang tentunya baik untuk kesehatan tubuh.












