Perwakilan masyarakat dan pemerintah dari negara lain juga mengikuti lokakarya tersebut.
NHB selanjutnya akan menyelenggarakan upaya penjangkauan publik dari Januari 2023 hingga Maret 2023 untuk menggalang dukungan atas upaya Singapura daftarkan kebaya.
CEO NHB yaitu Chang Hwee Nee mengatakan, “Kebaya telah, dan terus menjadi, aspek sentral dalam representasi dan tampilan warisan budaya serta identitas Melayu, Peranakan, dan komunitas lainnya di Singapura, dan merupakan bagian integral dari warisan kami sebagai kota pelabuhan multikultural, dengan hubungan lintas Asia Tenggara dan dunia.
“Pendaftaran multinasional menunjukkan multikulturalisme ini dan akar bersama kami dengan wilayah tersebut, serta mengakui pengetahuan, keterampilan artisanal, dan nilai sosial budaya yang terkait dengan kebaya.”
NHB menyebutkan, target keempat negara peserta untuk mengajukan nominasi kebaya ke UNESCO adalah pada Maret 2023. Hasil nominasi kemungkinan akan diumumkan pada akhir 2024.
