Dia mengaku, pemerintah Indonesia dalam hal ini Kemenag sebagai pemberi beasiswa belum menstransfer komponen-komponen beasiswa, seperti tunjangan hidup bulanan dan uang SPP (tuitition fee).
Selain itu, Kemenag juga belum mentransfer komponen beasiswa lainnya seperti bantuan biaya untuk melakukan riset, biaya keikutsertaan konferensi, biaya tunjangan keluarga dan tunjangan pembelian buku.
Dia menyebut, sebelumnya pihaknya telah berusaha melakukan komunikasi yang baik dengan pengelola dalam hal ini Direktorat Pendidikan Tinggi Islam (Diktis) Kemenag.
“Kemudian, Diktis Kemenag telah mengirimkan surat penjelasan kepada pihak kampus bahwa keterlambatan pembayaran SPP kepada universitas di Australia terjadi karena perubahan menejemen pengelola beasiswa,” ucap pria yang saat ini jadi kandidat doktor dari School of Social Sciences, Western Sydney University.
