Jakarta, CNN Indonesia — Arab Saudi tengah gencar mengerjakan proyek ambisius pembangunan berbagai destinasi untuk menggenjot pariwisata di negara tersebut.
Selain NEOM yang dicanangkan dengan sejumlah proyek futuristiknya, Arab Saudi juga memiliki Diriyah yang berada di tepi ibu kota Riyadh.
Diriyah merupakan tempat berdirinya situs Warisan Dunia UNESCO At-Turaif, yang memiliki makna sejarah dan budaya yang sangat penting. Diriyah dianggap sebagai tempat kelahiran kerajaan dan rumah asli keluarga Kerajaan Al Saud, sekaligus tempat berdirinya negara Saudi pada 1727 silam.
Dalam mimpi ambisius Arab Saudi, Diriyah bakal dijadikan salah satu destinasi wisata unggulan di negara tersebut. Melansir CNN, pembangunan wilayah Diriyah bertujuan untuk menarik 27 juta wisatawan setiap tahunnya.
Proyek pembangunan Diriyah dipimpin oleh Jerry Inzerillo sebagai CEO Diriyah Gate Development Authority.
“Kami berkomitmen untuk melestarikan dan mempromosikan sejarah dan budaya kota. Kami berharap dapat menyambut pengunjung dari seluruh dunia untuk menjadi saksi keindahannya,” ujar Inzerillo.
Diriyah sendiri merupakan proyek bernilai fantastis seharga US$63,2 miliar. Inzerillo bahkan mengklaim Diriyah sebagai salah satu kompleks wisata terbesar di dunia.
Apa saja yang bisa dinikmati di Diriyah?
1. Situs-situs bersejarah dan museum
Pada fase pertama, situs Warisan Dunia At-Turaif telah dibuka pada akhir 2022 lalu. Distrik ini salah satunya mencakup Salwa Palace (Museum Diriyah). Dulunya, istana ini merupakan pusat pemerintahan pertama Arab Saudi.
Ada juga berbagai galeri dan museum yang memetakan sejarah Diriyah. Misalnya saja Social Life Museum yang memperlihatkan kehidupan sosial selama awal mula Arab Saudi, Museum Arsitektur Tradisional, Beit al-Maal sebagai museum perbendaharaan, Museum Militer, hingga Museum Kuda.
2. Pusat kuliner Bujairi Terrace
Ada juga pusat kuliner Bujairi Terrace yang dibangun dengan arsitektur bergaya Najdi yang mengagumkan.
Pusat kuliner ini mengusung konsep lokalitas yang menyajikan sajian khas Saudi. Tak hanya itu, tempat ini juga akan menghadirkan berbagai restoran berkelas internasional.
3. Masjid Muhammad bin Abd Al-Wahhab
Masjid ini berada di distrik Al-Bujairi, Diriyah. Dikelilingi oleh pohon palem, masjid ini hadir dengan gaya arsitektur Najdi yang selaras dengan beberapa tempat lainnya di Al-Bujairi.
Muhammad bin Abd Al-Wahhab sendiri merupakan seorang ulama yang sangat dihormati para era Arab Saudi pertama. Dia dikenal akan kontribusinya pada penyebaran agama Islam.
4. Tur sepeda
Diriyah juga memungkinkan Anda untuk menikmati embusan angin segar pohon palem sambil mengendarai sepeda.
Masih banyak lagi
Tapi, rencana pembangunan Diriyah tak sekadar restoran dan museum.
“Kami punya rencana induk yang akan dikeluarkan bertahap. Kami akan meluncurkan aset baru setiap tahunnya hingga 2030,” ujar Inzerillo.
Rencananya, sekitar 38 hotel dan resor baru akan dibuka di Diriyah. Beberapa di antaranya termasuk properti mewah seperti Ritz-Carlton dan Park Hyatt.
Selain itu, akan ada juga penambahan museum dan lebih dari 400 gerai brand gaya hidup ternama.
Enam taman juga rencananya akan membentang di sepanjang lahan seluas 2,6 kilometer persegi. Taman-taman tersebut akan diisi oleh puluhan ribu pohon palem dan jalan setapak yang bisa digunakan sebagai jalur berjalan kaki, bersepeda, atau menunggang kuda.
Berbagai agenda wisata juga akan jadi fokus pembangunan Diriyah. Saat ini, sudah ada beberapa program yang telah berlangsung.
Misalnya, Diriyah Season 2022 yang dimulai pada Oktober 2022 hingga 22 Februari 2023. Acara ini menampilkan Diriyah E-Prix pada Januari lalu hingga konser musisi John Legend.
Kebun palem Diriyah juga diubah dengan instalasi lampu oleh seniman internasional dan Arab Saudi sebagai bagian dari Diriyah Nights.
Ada juga Diriyah Urban Festival yang berlangsung pada pertengahan Februari lalu. Acara ini menampilkan skateboard, breakdance, dan BMX Freestyle World Cup 2023.
