Trump Gugat CNN Rp 7,26 Triliun karena Pencemaran Nama Baik .

– Donald Trump menggugat CNN sebanyak 475 juta dollar AS (Rp 7,26 triliun) atas pencemaran nama baik.

Ia mengeklaim jaringan media tersebut melakukan kampanye fitnah terhadapnya.   Dalam gugatannya, mantan presiden Amerika Serikat berusia 76 tahun itu mengatakan, CNN menggunakan pengaruhnya yang besar sebagai kantor berita terkemuka untuk mengalahkannya secara politik. CNN menolak mengomentari kasus ini, menurut kantor berita Reuters.

Trump mengeklaim dalam gugatan setebal 29 halaman bahwa CNN memiliki rekam jejak panjang mengkritiknya, lalu meningkatkan serangannya dalam beberapa bulan terakhir karena khawatir dia akan mencalonkan diri lagi sebagai presiden pada 2024.

“Sebagai bagian dari upaya bersama untuk memiringkan keseimbangan politik ke kiri, CNN mencoba menodai penggugat dengan serangkan label yang semakin memalukan, palsu, dan memfitnah (yaitu) ‘rasis’, ‘antek Rusia’, ‘pemberontak’, dan terutamaia ‘Hitler’,” bunyi gugatan itu dikutip dari Sky News pada Senin (3/10/2022).

Gugatan tersebut juga mencantumkan beberapa contoh ketika CNN tampak membandingkan Trump dengan Hitler, termasuk laporan khusus pada Januari 2022 oleh pembawa acara Fareed Zakaria yang menyertakan rekaman diktator Jerman itu.

Partai Republik, yang pada 2020 kalah dalam pilpres AS dari Partai Demokrat-nya Joe Biden, belum memastikan apakah Trump akan mencalonkan diri kembali.

Gugatan di pengadilan federal Fort Lauderdale, Florida, ini diajukan ketika Trump menghadapi penyelidikan kriminal oleh Kementerian Kehakiman, karena menyimpan catatan pemerintah di properti Mar-a-Lago miliknya setelah meninggalkan Gedung Putih pada Januari 2021.

 

Bulan lalu, Trump dan tiga anaknya dihadapkan dengan gugatan yang menuduh penipuan bank, pajak, dan asuransi selama bertahun-tahun. Jaksa Agung New York Letitia James kemudian menggugat Trump, keluarganya, dan perusahaan Trump Organization.

Jika berhasil, itu bisa menghentikan kemampuan Trump melakukan bisnis di New York selama bertahun-tahun, bahkan termasuk kemungkinan merujuknya ke penuntutan federal. Hukuman itu bisa secara efektif menjadi “hukuman mati” bagi organisasinya, kata James.

Sementara itu, komite kongres sedang menyelidiki kerusuhan 6 Januari 2021 di Gedung Capitol oleh pendukung Trump, dengan fokus pada peran sang mantan presiden dalam serangan itu.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *