OGAN ILIR, SUMEKS.CO – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten OGAN ILIR, akan membangun baru rumah gubuk reot di Desa Sungai Pinang Lagati, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten OGAN ILIR.
Menurut Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Kabupaten Ogan Ilir, Ahmad Maulidin, pihaknya sudah melakukan survey langsung ke lapangan untuk melihat rumah tersebut.
“Kita sudah survey dan memang sangat-sangat layak untuk dibantu,” ujarnya kepada SUMEKS.CO, Senin, 29 Januari 2024.
Baznas Kabupaten Ogan Ilir bergerak cepat untuk meninjau lokasi rumah tersebut, setelah menerima laporan dari aparatur desa setempat. Rumah tersebut benar-benar akan roboh dan tidak layak untuk dihuni.
“Survey ini dilaksanakan untuk memvalidasi dan sebagai bentuk assesment terhadap rumah-rumah milik mustahik tidak layak huni,” jelasnya.
Dikatakan Maulidin, apabila rumah milik mustahik yang disurvei ini memenuhi syarat, maka akan mendapatkan program bantuan rumah layak huni.
Adapun survey tersebut dilaksanakan langsung oleh Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan, Amir Hamzah dan Wakil II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Ahmad Maulidin, dengan didampingi Kepala Pelaksana, Priguna.
Dalam survey ini juga didampingi Perangkat Desa Sungai Pinang Lagati, Kecamatan Sungai Pinang.
Diketahui sebelumnya, sebuah rumah di Desa Sungai Pinang Lagati Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Ogan Ilir, sedang membutuhkan perhatian.
Pasalnya, rumah yang dihuni oleh keluarga Maryanto (52) ini hanyalah sebuah gubuk reot dalam kondisi memprihatinkan.
Menurut Desi, warga Desa Sungai Pinang Lagati, gubuk reot milik Maryanto ini dihuni oleh dirinya bersama istri dan tiga anaknya.
“Ada lima orang penghuni rumah tersebut, bahkan ada anaknya yang sudah bujang dan gadis,” sebutnya.
Kendati rumahnya dalam kondisi gubuk reot, mirisnya lagi, keluarga ini ternyata tidak mendapatkan bantuan sosial sama sekali dari Pemerintah.
“BLT tidak dapat, BPNT pernah dapat tapi sudah 3 tahun belakang tidak dapat lagi,” terangnya.
Ditambahkan Desi, beberapa waktu lalu, keluarga ini pernah mengajukan kembali untuk mendapatkan bantuan kepada Dinas Sosial Kabupaten Ogan Ilir.
“Akan tetapi, menurut orang yang ada di Dinas Sosial sudah terlambat, pendaftarannya sudah tutup,” katanya lagi.
Desi mengungkapkan, bahwa rumah keluarga Maryanto ini sebenarnya sudah dimasukkan ke program bedah rumah.
“Tapi hingga saat ini belum juga diperbaiki. Sekarang ini kondisi rumah tersebut sudah mau roboh,” ucapnya.
Sebagai warga, Desi berharap, adanya perhatian dari pihak terkait terhadap keluarga ini. Pasalnya, keluarga Maryanto ini berasal dari keluarga tidak mampu.
“Mohon bantuannya kepada pihak terkait untuk memberikan perhatian,” pungkasnya.
