Sekolah di Ogan Ilir Mulai Terendam Banjir, Kepsek Pastikan Kegiatan Belajar Tak Terganggu

OGAN ILIR, SUMEKS.CO – Sebuah sekolah di Kecamatan Pemulutan, Kabupaten OGAN ILIR, mulai terendam banjir sejak beberapa hari lalu.

Salah satu sekolah yang mulai terendam banjir tersebut, yakni, SMK Negeri 1 Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir yang terletak di Desa Pegayut.

Kepala SMKN 1 Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir, Rahmi Sofiah mengungkapkan, kendati sekolah yang dipimpinnya terendam banjir, tidak berpengaruh pada kegiatan belajar mengajar.

“Kita tetap belajar seperti biasa, banjir tidak menjadi hambatan kita untuk melaksanakan aktivitas belajar mengajar,” terangnya, Sabtu, 20 Januari 2024.

Menurut Rahmi, banjir yang menggenangi sekolahnya tersebut sebenarnya hanya menggenangi halaman sekolahnya saja.

“Itu makanya aktivitas belajar mengajar kita tidak terganggu, meski airnya setinggi 50 centimeter,” ungkapnya.

Untuk mempermudah siswa siswinya beraktivitas di sekolah, Rahmi memperbolehkan siswa siswinya untuk tidak menggunakan sepatu saat ke sekolah.

“Guru dan siswa diperbolehkan tidak memakai sepatu, karena kan akses ke sekolah terendam banjir,” lanjutnya.

Guru dan siswa siswi SMKN 1 Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir, harus benar-benar hati-hati saat berjalan digenangan air.

“Karena kan jalanan yang banjir ini licin, dikhawatirkan akan terpeleset kalau tidak hati-hati,” imbaunya.

Rahmi mengatakan, pihaknya juga terpaksa mengurangi jam belajar siswa di sekolah selama 10 menit. Sedangkan, untuk upacara dan olahraga ditiadakan.

Rahmi juga menambahkan, bahwa banjir yang dialami sekolahnya pada Jumat, 19 Januari 2024, lebih tinggi dibanding seminggu sebelumnya.

Menurut Rahmi, hal tersebut dikarenakan intensitas curah hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir cukup tinggi.

“Hujan yang turun setiap hari menyebabkan debit air meninggi,” ujarnya.

Terpisah, Muhammad, salah seorang siswa SMKN 1 Pemulutan berharap, semoga banjir yang dialami sekolahnya ini cepat kering.

“Sehingga kami bisa melakukan aktivitas normal kembali di sekolah, misalnya upacara dan olahraga,” harapnya.

Pos terkait