TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN – Safitri (27) warga Kelurahan Kedondong Raye Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin, ditemukan tewas tak wajar di rumah kontraknnya di Jalan Cangkring RT 21 kelurahan setempat, Kamis 22 Desember sekira pukul 20.30 WIB.
Korban ibu hamil enam bulan ini, sebelum mengakhiri hidupnya sempat curhat sambil menangis dengan tetangganya.
Ia menceritakan permasalahannya dengan sang suami, terkait rumah tangganya.
Tetangga korban, Ajeng mengungkapkan, sekitar pukul 11.00 ia sempat melihat korban menangis.
Karena menangis, Ajeng menghampiri korban dan menanyakan terkait korban yang menangis.
“Korban itu cerita masalah keluarga dan suaminya. Katanya, tak sanggup lagi hidup dan orang sudah tidak peduli dan sayang padanya,” kata Ajeng, Jumat (23/12/2022).
Saat melihat korban menangis ketika curhat, ia mencoba untuk menenangkan korban.
Tak lama ditenangkan, korban akhirnya masuk ke dalam rumah kontrakannya.
Karena penasaran, Ajeng kembali ingin mengetahui keadaan korban. Sekitar pukul 7.30, Ajeng mencoba memanggil korban lantaran lampu rumah kontrakan korban masih padam.
“Saat saya pulang dari taman kota, lampu rumahnya masih padam. Selain itu, motornya juga masih berada di depan rumah. Karena penasaran, saya panggil tetapi tidak ada jawaban dari dalam. Makanya, intip dari lubang ventilasi dan melihat korban sudah tergantung,” ujarnya.
Melihat kejadian itu, Ajeng langsung panik dan meminta bantuan warga.
Warga yang sudah berkumpul, mendobrak pintu didobrak kontrakan korban.
Ternyata, korban sudah tergantung. Akan tetapi, warga sama sekali tidak berani menurunkan korban yang diduga tewas bunuh diri, hingga polisi datang.
Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.
Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.
Berbagai saluran telah tersedia bagi pembaca untuk menghindari tindakan bunuh diri.
Bisa menghubungi RSJ Ernaldi Bahar Palembang
Nomor Telepon (0711) 5645126
WhatsApp 0813-7365-3005
