KAYUAGUNG, SUMEKS.CO – Harga beras sebagai kebutuhan pokok memang sudah cukup lama mengalami kenaikan dan belakangan ini semakin langka di pasaran.
Hal ini tentu menimbulkan keresahan bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang berpenghasilan rendah.
Harga beras yang mahal memang sangat dikeluhkan oleh masyarakat, terutama masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
Hal ini tentu sangat membebani mereka, karena beras merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi setiap hari.
Seperti disampaikan, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Ogan Komering ilir (OKI) H Alamsyah, melalui sekretaris, Septariadi SE, memang benar harga beras mahal dan sudah terjadi sejak tahun 2023 lalu.
Dimana beras mahal ini terjadi disemua Kabupaten/Kota dan Provinsi di Indonesia. Jadi bukan hanya di Kabupaten OKI.
Mengenai komoditi beras ini yang harganya mahal dan terus naik serta juga ada kelangkaan di pasaran, maka menjadi isu Nasional.
“Penyebab beras mahal dan naik terus serta juga langka di pasaran, salah satunya adalah karena rantai pasokannya yang kurang diakibatkan cuaca hujan dengan ingeni yang sangat tinggi,” ujar, Septariadi, saat dikonfirmasi SUMEKS.CO, Sabtu 17 Februari 2024.
Dia menjelaskan, karena faktor cuaca hujan jelas menyebabkan masa tanam padi belum bisa dilakukan. Seperti di Kabupaten OKI banyak rawa dan lebak. Dimana saat ibu terendam karena hujan.
“Sedangkan di tahun lalu terjadi musim kemarau juga membuat hasil produksi dari tanaman sawah menurun,” jelasnya.
Maka, oleh karena itu pasokan berkurang ditambah saat ini musim hujan. Sejumlah tanaman padi ada yang belum bisa dilakukan panen.
Akibatnya, pasokan beras menjadi kurang dengan begitu harga menjadi naik karena permintaan yang tinggi.
“Jadi dengan mahalnya harga beras menjadi isu Nasional, sehingga pemerintah setiap Senin melakukan zoom meeting seluruh Indonesia dipimpin mendagri mengenai beras mahal ini,” ungkapnya.
Lanjutnya, pemerintah Kabupaten OKI guna membantu masyarakat dalam kebutuhan beras, melaksanakan kegiatan pasar beras murah.
Dimana kegiatan pasar beras murah ini dilaksanakan 3 kali dalam seminggu. Yakni dilaksanakan setiap Senin, Selasa dan Kamis.
Seperti gula pasir, minyak goreng, telur dan lainnya. Ditambah sebentar lagi akan memasuki bulan suci Ramadhan atau puasa. Biasanya pada bulan puasa permintaan akan beras dan kebutuhan pokok lainnya meningkat.
“Yang jelas di bulan puasa untuk permintaan kebutuhan pokok alias sembako meningkat dari hari biasanya,” ucapnya.
Dikatakan Septariadi, tetapi pemerintah di bulan puasa juga sering melaksanakan kegiatan pasar murah khsusus sembako untuk masyarakat sebagai solusinya.
Untuk diketahui, saat ini harga beras kualitas sedang dijual Rp16. 000/Kg untuk harga paling rendah. Dimana beras dengan kualitas lebih tinggi dijual dengan harga Rp17. 000/Kg hingga lebih.
