Berkas Fisik ke PN, Sarimuda Diam-Diam Diserahkan KPK ke Rutan Pakjo Palembang, Pengacara Respon Begini

PALEMBANG, SUMEKS.CO – Selain pelimpahan berkas fisik, di saat hampir bersamaan diam-diam jaksa KPK RI, juga melimpahkan penahanan tersangka Sarimuda ke Rutan Pakjo Palembang, Senin 22 Januari 2024.

Mantan calon Wali Kota Palembang tersebut, dijerat oleh jaksa penyidik KPK dengan kasus dugaan korupsi pengangkutan batu bara BUMD PT Sriwijaya Mandiri Sumsel (SMS) senilai Rp18 miliar.

“Benar tadi pagi sekira pukul 09.00 WIB, informasi yang kami terima dari pihak keluarga sudah dilimpahkan penahanannya di Rutan Pakjo Palembang,” ucap Rizal Syamsul SH, salah satu kuasa hukum tersangka Sarimuda membenarkan.

Pengacara yang ditunjuk mendampingi Sarimuda ini menerangkan, untuk saat ini tim kuasa hukum juga telah menerima dakwaan dari jaksa KPK.

Disebutkannya, sebagaimana dakwaan yang diberikan kliennya dijerat Pasal 2 ayat 1, Pasal 3 dan Pasal 18 Undang-Undang tentang Tindak Pidana Korupsi.

Untuk itu, lanjut Rizal Syamsul SH dirinya bersama tim kuasa hukum lainnya akan berupaya mengkaji terlebih dahulu dakwaan jaksa terhadap kliennya tersebut.

Ia juga menyebut, sebagaimana Dakwaan jaksa KPK RI dalam perkara ini adalah dakwaan tunggal hanya terhadap tersangka Sarimuda saja tidak ada pihak lainnya.

Namun, kata Rizal apabila nanti dalam perjalananya ditemukan adanya keterlibatan dari pihak lain dalam, merupakan kewenangan dari KPK RI untuk pengembangan perkara lebih lanjut.

Selain itu, kata Rizal tim kuasa hukum yang dari Jakarta sebelumnya juga telah melakukan upaya hukum berupa mengajukan gugatan hukum perdata kepada PT SMS di PN Palembang.

“Gugatan tersebut berkaitan dengan kerugian keuangan negara Rp18 miliar, yang senyatanya sudah dikembalikan oleh klien kami,” ujarnya.

Disinggung mengenai persiapan sidang perdana yang diagendakan digelar Senin pekan depan ini, ia beserta tim kuasa hukum lain mengaku sudah siap untuk bersidang di PN Palembang mendampingi tersangka Sarimuda.

Untuk diketahui, beberapa waktu lalu penyidik KPK RI telah melakukan penahanan terhadap mantan Direktur Utama PT SMS bernama Sarimuda.

Sarimuda yang pernah beberapa kali maju menjadi calon Walikota Palembang ini, ditetapkan sebagai tersangka sekaligus dilakukan penahanan.

Karena diduga tersangka Sarimuda “Tilep” uang yang dibayarkan para vendor atas jasa pengangkutan batubara selama dirinya menjadi Dirut PT SMS.

Adapun taksiran nilai kerugian negara berdasarkan auditnya mencapai Rp18 miliar.

Sementara modus yang dilakukan tersangka Sarimuda, yaitu dalam rentang waktu tahun 2020 hingga 2021, atas perintah Sarimuda terjadi proses pengeluaran uang dari kas PT SMS Perseroda. Yakni dengan cara membuat berbagai dokumen invoice (tagihan) fiktif.

Nyatanya, pembayaran dari beberapa vendor tidak sepenuhnya dimasukkan ke dalam kas PT SMS Perseroda, akan tetapi dicairkan dan digunakan Sarimuda untuk keperluan pribadi.

Selanjutnya, dari setiap pencairan cek bank yang bernilai miliaran rupiah tersangka Sarimuda melalui orang kepercayaannya menyisihkan uang dengan besaran ratusan juta.

Uang ratusan juta diambil baik dalam bentuk tunai, serta mentransfer ke rekening bank milik salah satu anggota keluarganya yang tidak ada hubungan dengan PT SMS.

Tersangka Sarimuda akhirnya dijerat oleh tim penyidik KPK RI Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Selain tindak pidana korupsi, dalam rilis penahanan tersangka Sarimuda beberapa waktu lalu, KPK juga menyebut bakal mendalami penyidik lebih lanjut.

Termasuk diantaranya yakni, mencium adanya unsur Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan oleh tersangka Sarimuda.

Termasuk, adanya dugaan penggunaan-penggunaan uang tersebut seperti untuk menjadi kontestasi tersangka Sarimuda yang beberapa kali ikut pemilihan calon walikota Palembang.

Pos terkait