Derbi Jawa Timur kemarin (23/9) benar-benar sejuk. Terbukti, untuk kali pertama, skuad Arema FC berangkat ke stadion tanpa rantis. Skuad Singo Edan menaiki bus.
Mereka berangkat dari Hotel Sapta Nawa, Gresik, tepat pukul 13.00 WIB dan tiba di stadion 20 menit berselang. Tidak ada insiden selama perjalanan tersebut. Rombongan tim tamu datang ke stadion dengan selamat.
Padahal, dalam dua derbi Jawa Timur di Gelora Bung Tomo sebelumnya, Singo Edan selalu menaiki rantis ketika menuju venue. Itu pun masih dikawal ketat oleh pihak keamanan. Pelatih Singo Edan Fernando Valente memberi apresiasi. Bagi dia, sepak bola memang seharusnya berjalan seperti itu.
”Sepak bola itu bukan perang. Ini (Persebaya kontra Arema FC, Red) memang laga derbi, tapi sepak bola itu ada untuk dinikmati semuanya,” kata pelatih asal Portugal tersebut.
Pelatih 64 tahun itu semakin senang ketika mendapat sambutan hangat di akhir laga. Dia berangkulan dengan sang anak, Ze Valente. Kemudian, Fernando berjalan di hadapan tribun VIP.
Sosok ayah-anak itu mendapat tepuk tangan dari suporter. ”Kami memang bermain untuk tim selama 90 menit. Tapi, setelah itu kami tahu bahwa sepak bola adalah pesta olahraga,” jelas Fernando.
Dia memberikan respek kepada suporter yang menepikan rivalitas setelah laga usai. ”Saya rasa hal yang dilakukan suporter Persebaya ini sangat dibutuhkan dalam dunia sepak bola,” tuturnya.
Setelah dari lapangan, Fernando langsung melakukan sesi konpers. Setelah itu, dia menuju ruang ganti pemain. Tidak lama berselang, rombongan Singo Edan langsung meninggalkan Stadion GBT.
Apakah tetap naik bus? Ternyata mereka pulang dengan menaiki rantis. Dari pantauan Jawa Pos, bus yang sebelumnya ditumpangi pemain Singo Edan malah kosong. Tidak ada penumpang dalam bus tersebut. Mungkin pihak keamanan tidak mau ambil risiko.
