Unta-unta di Qatar Kelelahan Layani Turis Piala Dunia, Sehari Bisa 40 Perjalanan

“Ada banyak uang yang masuk,” kata Ali Jaber Al Ali, penggembala unta berusia 49 tahun dari Sudan, kepada AP. “Syukurlah, tapi jadi banyak tekanan.”

Al Ali mengungkapkan kepada AP, bisnisnya berkembang dari 15 unta menjadi total 60 ekor. Dia mencatat peningkatan permintaan juga menggerus fisik pada unta, karena lebih sedikit waktu istirahat di jeda perjalanan.

Meski bisnis berkembang pesat, aktivis hak-hak hewan tidak senang karena memandangnya sebagai eksploitasi unta yang dijuluki “kapal gurun”.

Bacaan Lainnya

“Pencambukan, pemukulan, cedera, dan kelelahan menjadi biasa di mana pun hewan dipaksa mengangkut wisatawan, apakah itu unta yang membawa orang dalam panas terik di Qatar atau Giza, kuda yang menarik kereta melalui jalan-jalan yang macet di Kota New York, atau keledai yang mengangkut ratusan orang di anak tangga pulau Santorini Yunani,” ujar Catie Cryar, Manajer Hubungan Media di organisasi non-profit PETA (People for the Ethical Treatment of Animals), kepada Fox News Digital.

Al Ali menambahkan, seekor unta umumnya beristirahat setiap lima perjalanan, dengan perjalanan singkat berlangsung sekitar 10 menit dan yang lebih lama berkisar antara 20-30 menit.

Kini dengan meningkatnya antrean turis untuk menunggang unta, hewan-hewan tersebut harus melakukan 15-20 perjalanan tanpa istirahat, bahkan ada yang mencapai 40 perjalanan.

Pos terkait