Andrey Rublev Angkat Gelar Masters Pertama Di Monte Carlo

Berita Tenis: Andrey Rublev akhirnya mengangkat gelar Masters untuk kali pertama dalam kariernya setelah berjuang ekstra keras di final Monte Carlo Open musim 2023.

Kecolongan set pertama, petenis unggulan kelima menemukan jawaban untuk memetik kemenangan 5-7, 6-2, 7-5 atas petenis unggulan keenam, Holger Rune di final Monte Carlo Open.

Pada laga yang mempertemukan dua petenis yang dikenal dengan tembakan keras, petenis unggulan kelima menjadi petenis yang mengklaim kemenangan di Court Rainier III. Ia menembakkan 22 winner dan bangkit dari kedudukan 1-4 di set ketiga demi mengklaim gelar ke-13 sekaligus gelar terbesar dalam kariernya setelah 2 jam 34 menit. Ia menyegel kemenangan dengan menembakkan ace kelima di pertandingan tersebut dan menjatuhkan diri ke atas lapangan untuk merayakannya.

Bacaan Lainnya

“Saya berlinang air mata,” aku Rublev. “Saya tidak tahu apa yang harus saya katakan, sejujurnya. Saya tidak tahu. Saya hanya merasa senang, akhirnya. Saya telah berjuang begitu keras untuk memenangkan gelar Masters ini. Akhirnya kalah 1-4, 0/30, mengamankan break point, berpikir bahwa tidak ada peluang untuk menang dan entah bagaimana saya berhasil melakukannya.”

Berkat kemenangan ke-18 pada musim 2023, petenis peringkat 6 dunia mencatatkan 1-2 di final turnamen Masters 1000 setelah ia kalah dari Stefanos Tsitsipas di Monte Carlo dan dari Alexander Zverev di Cincinnati musim 2021.

Kedua petenis mengawali final Monte Carlo Open dengan cepat. Keduanya mengembalikan bola dengan groundstroke agresif dan petenis berkebangsaan Denmark, Rune menggunakan dropshot di set pertama secara efektif untuk mengganggu ritme petenis berusia 25 tahun.

Petenis berusia 19 tahun, Rune juga mengamankan tujuh dari delapan peluang break point yang ia hadapi di set pertama dan membuat petenis unggulan kelima merasa frustasi sebelum mematahkannya di game ke-12 demi merebut keunggulan satu set.

Namun, petenis peringkat 6 dunia merespon dengan cepat di set kedua, termasuk memenangkan 90 persen poin dari servis pertama di set kedua dan tampil lebih klinikal di momen-momen krusial dalam pengembalian sebelum menyamakan kedudukan satu set sama.

Memasuki set ketiga, Rune menyambar keunggulan 3-0 setelah memukul dengan keakuratan yang impresif. Tetapi dari kedudukan 1-4, Rublev bermain ekstra keras demi mengejar, termasuk mengamankan peluang break point di kedudukan tersebut sebelum akhirnya keluar sebagai juara dan kini unggul 2-1 dalam head to head mereka.

“Di dalam lubuk hati paling dalam, saya berharap setidaknya saya mungkin akan mendapatkan satu peluang,” tutur Rublev. “Mungkin setidaknya berusaha bermain sampai akhir. Karena saya ingat di final Masters sebelumnya, secara mental saya belum siap dan ketika saya berpikir saya tidak memiliki peluang untuk menang lagi dan saya benar-benar terpuruk secara mental.”

“Dan kali ini saya setidaknya berpikir, ‘Baiklah, jika kau akan kalah hari ini, setidaknya percayalah sampai akhir’, dan itu hal yang coba saya lakukan di set ketiga, berharap mungkin saya akan mendapatkan satu peluang ekstra untuk bangkit atau sesuatu dan pada akhirnya saya mampu melakukannya.”

 

Pos terkait