Warga Prabumulih Dihimbau Jangan Mudik Admin-Sumsel- Whatsapp

0
312

akal Bagikan Sembako Hingga Rutin Disinfektan

PRABUMULIH – Walikota Prabumulih, H Ridho Yahya sebagai Ketua Gugus Tugas Penanggulangan dan pencegahan Covid-19 di kota Prabumulih membuat beberapa himbauan kepada warga kota Prabumulih juga hal-hal yang harus diperhatikan bersama.

Hinbauan tersebut, dibagikan melalui pesan berantai di Whatsapp, kemarin (3/4). Pesan tersebut berisikan, setelah di tetapkannya Prabumulih sebagai zona merah oleh gugus tugas covid-19 pusat dan gugus tugas covid-19 Provinsi Sumsel, maka Walikota Prabumulih perlu menyampaikan beberapa hal untuk menjadi perhatian kita bersama.

Untuk menyikapi hal itu, pemerintah kota Prabumulih menghimbau kepada seluruh masyarakat kota Prabumulih. “Bagi masyarakat kota Prabumulih agar tidak melakukan perjalanan ke luar kota, begitu pun sebaliknya bagi masyarakat kota Prabumulih yang berada di perantauan agar kiranya jangan pulang kampung terlebih dahulu untuk menghindari penyebaran yang lebih meluasnya penularan covid-19 ini,” tulisnya.

Kedua, masyrakat dihimbau untuk menghindari semua kegiatan yang melibatkan perkumpulan masa dan agar kiranya masyarakat dapat mematuhi instruksi dan anjuran pemerintah.

Selanjutnya, pemerintah juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar kiranya tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan yang mendesak, pemerintah juga menghimbau kepada masyarakat agar kiranya selalu menjaga kebersihan tubuh dengan sering mencuci tangan dengan sabun jangan menyentuh bagian wajah sebelum mencuci tangan.

“Pemerintah juga menghimbau agar kiranya masyarakat tetap tenang dan tidak menimbulkan  ketakutan yang berlebihan yang dapat mengakibatkan menurunnya imum tubuh,” sebutnya.

Sementara itu, langkah langkah yang di ambil pemerintah kota Prabumulih yakni telah melakukan tracking kepada mereka yang kontak langsung dengan pasien positif covid-19 Prabumulih, dan sudah dilakukan pemeriksaan rapid test, dan semua yang kontak sudah di himbau untuk isolasi mandiri.

“Pemerintah kota Prabumulih telah memperpanjang kerja dari rumah bagi ASN dan belajar dari rumah bagi siswa TK, SD, SMP sampai tanggal 11 april 2020 dan akan di evaluasi lebih lanjut sesuai kebutuhan,” jelasnya dalam pesan tersebut.

Dalam pesan tersebut, dia juga menjelaskan Pemerintah kota Prabumulih mendapat bantuan 80 alat rapid test dari Pemprov dan juga telah melakukan pemesanan rapid test tambahan sebanyak 2000 pcs, yang nantinya akan digunakan untuk screening pasien yamg dianggap prioritas untuk dilakukan pengetesan.

“Pemerintah kota juga telah mendistribusikan APD 100 set dan 700 masker kepada RS pemerintah dan swasta dalam kota Prabumulih dan Pemerintah kota Prabumulih sudah lakukan pemesanan APD sebanyak lebih kurang 1000 set untuk tenaga medis kota Prabumulih,” terangnya.

Pemerintah kota Prabumulih kembali akan melakukan penyemprotan cairan disinfektan dan 37.000 masker untuk masyarakat (1000 per kelurahan) Pada hari Rabu (8/4) mendatang.

“Pemerintah Kota Prabumulih akan memberikan insentif tambahan bagi petugas medis yang tergabung dalam gugus tugas sejak di keluarkan SK gugus tugas dimaksud,” jelasnya.

Pemerintah Kota Prabumulih juga akan membagikan sembako. Bagi lebih kurang 15.000 KK masyarakat miskin di kota Prabumulih guna memenuhi kebutuhan selama masa penanganan covid-19 di kota Prabumulih. “Untuk menghindari perkumpulan sembako tersebut akan di distribusikan petugas ke rumah masing masing,” sebutnya.

Lebih lanjut, Pemerintah kota Prabumulih juga berencana akan menyiapkan tempat tinggal darurat (rumah/hotel) khusus bagi tenaga medis (gugus tugas covid) sebagai tempat membersihkan diri setelah bertugas sebelum pulang kerumah masing-masing, guna menghindari kemungkinan transmisi lokal. “Demikian disampaikan agar kiranya kita semua dapat meningkat kan kewaspadaan atas penyebaran covid-19 saat ini,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Prabumulih dr Happy Tedjo membenarkan Walikota Prabumulih H Ridho Yahya selaku ketua gugus tugas Covid-19 sudah memberikan himbauan kepada warga Prabumulih. “Iya memang ada edaran lagi dan himbauan. Karena ketua gugus tugas sekarang Pak Wali sesuai dengan edaran dari Mendagri jadi beliau langsung yang memberikan himbauan,” terangnya.

Disinggung soal karantina wilayah, Tedjo mengaku sejauh ini sudah dijalankan tahap persiapan. “Setiap yang datang di pintu masuk kota kita cek kesehatan. Namun kita juga masih mempersiapkan karena kalau harus karantina wilayah kita juga harus memikirkan stok makanan sembako dan lainnya yang masoh dipersiapkan,” tukasnya. (chy)