Tenaga Medis Dilatih Pemakaian APD

0
262

PAGARALAM – Meminimalisir tenaga medis terpapar corona virus disease (covid-19), Dinas Kesehatan bersama Labkesda Kota Pagaralam menggelar kegiatan praktek tata cara pemakaian dan pelepasan alat pelindung diri (APD) dengan benar. Selain diikuti tenaga medis dari 7 puskesmas, juga diikuti TNI dan Polri yang merupakan garda terdepan melawan covid-19, bertempat di ruang pertemuan Labkesda Kota Pagaralam, Kamis (14/5/2020).

Kepala UPTD Labkesda Kota Pagaralam, dr Fatimah Zahra M Biomed mengatakan, adanya kegiatan ini tenaga medis juga pihak terkait lainnya bisa menggunakan pelindung sesuai petunjuk teknis penggunaan APD dalam menghadapi wabah covid-19.

“Tak dipungkiri tenaga medis rawan terpapar corona. Tidak sedikit tenaga medis yang justru ikut terinfeksi dan berujung kematian. Hal ini menimbulkan pertanyaan, bagaimana tenaga medis bisa tertular covid-19,” katanya.

Oleh karenanya, penggunaan APD harus benar dan sesuai dengan petunjuk teknisnya. Jika tidak, maka resiko tertular. Dari sumber penelitian menunjukkan, salahsatu sumber penularan covid-19 di kalangan dokter dan perawat adalah di ruang ganti baju rumah sakit. Hal ini menunjukkan risiko tinggi terinfeksi NCoV-2 tidak hanya karena kekurangan APD, juga ketika tenaga medis ganti baju atau APD.

“Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat meminimalisir bahkan mencegah tenaga kesehatan terpapar virus NCov2. Setiap melakukan tindakan pemakaian maupun pelepasan APD harus mengikuti SPO (standar prosedur operasional) dan PK (prosedur kerja) yang sudah ditetapkan,” imbaunya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Pagaralam, Desi Elviani SE MM melalui Sekdis, Masagus Taswin ST MT didampingi Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit, Suwirman tak menampik bahwa penularan virus corona bisa juga dari APD.

“Kita harapkan dengan adanya kegiatan tatacara penggunaan APD, maka tim medis yang dilibatkan dalam menangani covid-19 memahami resiko tertular. Bahkan sebelumnya, kita juga sudah menyelenggarakan video conference tentang tata cara pengambilan sampel terhadap mereka yang terduga covid-19,” pungkasnya. (ald)