Setahun Akta Kelahiran Anaknya Belum Selesai, Ibu Ini Marah dan Menangis di Disdukcapil Palembang

0
11

Setahun Akta Kelahiran Anaknya Belum Selesai, Ibu Ini Marah dan Menangis di Disdukcapil Palembang

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) kota Palembang sempat kacau akibat seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) yang mengamuk, Kamis (15/11/2018).

Ibu itu marah karena merasa dipersulit oleh petugas ketika mengurus akta Kelahiran untuk keperluan anaknya sekolah.

Kejadian itu sontak mengganggu pelayanan karena banyak masyarakat yang datang berkerumun untuk melihat.

Emosi ibu itu meledak, sambil menyebut salah satu oknum petugas Disdukcapil yang tak bisa ditemui. Padahal oknum itu menjanjikan menyelesaikan pembuatan akta kelahiran.

Ibu itu sempat ditenangkan oleh Sat pol pp yang sedang bertugas.

Tribunsumsel berkesempatan mewawancarai IRT tersebut.

Ibu yang tidak mau disebutkan namanya itu menjelaskan, memiliki anak kembar perempuan yang akta kelahirannya sudah diurus sejak satu tahun lalu.

“Anak saya sudah mau sekolah, tapi akta belum selesai-selesai, saya datangin terus katanya dua minggu lagi, oke saya datangi lagi disuruh nunggu 2 minggu lagi sampai sekarang,” ungkapnya.

Awalnya ibu ini ditawari oleh tetangganya untuk dibantu mengurus akta kelahiran anaknya dengan biaya Rp 450.000.

Ia disuruh menemui salah seorang oknum petugas Disdukcapil.

“Saya sebelumnya ditawarin tetangga untuk menemui dia tapi baru saya bayar Rp 250.000, nanti saya lunasi kalau sudah jadi aktanya,” tambahnya.
“Sampai sekarang belum selesai, saya telepon nomor petugas itu tidak pernah angkat, saya temui di sini, selalu bilang tidak ada,” jelasnya.

Kehebohan di Kantor Disdukcapil hari ini berawal saat ibu tersebut dipanggil petugas yang menayakan keluhannya.

Mendengar cerita si ibu, petugas malah menuduh jika cerita itu bohong.

“Ibu jangan sembarangan berbicara, tidak mungkin mengurus akta hingga satu tahun, ada TR (oknum pegawai-red) nya saya panggilkan yah, orangnya,” ujar petugas.

Petugas tersebut memerintahkan seseorang seseorang untuk memanggilnya.

Oknum tersebut datang saat si ibu akan ke luar.

“Mana ada satu tahun, bagaimana bisa selesai sedangkan, nama ayahnya tidak ada, silahkan urus dulu, baru bisa,” ungkapnya si oknum pegawai itu.

“Ini sudah satu tahun katanya mau diurus, tapi tidak ada, perintah pun tidak ada, kami memang orang kecil,” jawab si ibu itu sambil menangis.

sat pol PP coba melerai keributan, si ibu juga coba ditenangkan oleh suami dan kedua anaknya.
Robertus E Hendri, Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan memberikan klarifikasi soal insiden yang dialami seorang warga itu.

“Anaknya punya aktanya, ada tapi tidak ada nama ayah. Jadi begini, kemungkinan besar yah, orangtua sudah menikah tapi belum ada buku nikah, lahirlah anak, kan harus ada akta kelahiran tapi hanya ada nama ibu atau akta ibu,” ujarnya.
Sedangkan untuk pendaftaran sekolah harus ada akta yang ada nama ayah dan ibu.

Robertus memberikan penjelasan untuk solusi seperti kasus IRT tersebut, tapi memang butuh waktu dan proses.

“Kita memang tidak bisa mengeluarkan akta baru, karena anaknya sudah ada akta, nah solusinya adalah si ibu harus mengurus ke pengadilan untuk menggugurkan akta sebelumnya dan menerbitkan yang baru,” jelasnya.

“Tapi itu tadi tidak bisa cepat, butuh waktu dan proses yang cukup lama,” tutupnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Setahun Akta Kelahiran Anaknya Belum Selesai, Ibu Ini Marah dan Menangis di Disdukcapil Palembang, http://sumsel.tribunnews.com/2018/11/15/setahun-akta-kelahiran-anaknya-belum-selesai-ibu-ini-marah-dan-menangis-di-disdukcapil-palembang?page=3.
Penulis: Tiara Anggraini
Editor: Wawan Perdana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here