Palestina Pakai Batu, Israel Kerahkan Puluhan Tank

0
193

Ulah tentara Israel makin menjadi-jadi paska serangan bom di jalur Gaza yang menewaskan banyak korban. Guna menunjukkan kekuatannya Israel bahkan mengerahkan puluhan tank di perbatasan Israel Palestina.

Demonstran Palestina pun terlibat bentrok dengan tentara Israel di dekat permukiman Yahudi Beit El, Tepi Barat yang diduduki Israel, hari ini, 27 Maret 2019. Yang membuat marah, pasukan Israel bahkan tega menembak mati remaja relawan medis Palestina.

Foto-foto: REUTERS / Mohamad Torokman

Para pengunjukrasa Palestina melempari pasukan Israel dengan batu pada saat sebuah protes di pinggiran Ramallah di Tepi Barat yang diduduki pada 27 Maret 2019, untuk mendukung para tahanan Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel. ABBAS MOMANI / AFP
Pasukan Israel Tembak Mati Remaja Relawan Medis Palestina

Pasukan Zionis Israel menembak mati seorang relawan medis Palestina selama bentrokan di Tepi Barat yang diduduki pada Rabu (27/3/2019). Hal itu dikatakan oleh Kementerian Kesehatan Palestina.
Seorang pejabat dinas ambulans mengatakan Sajid Muzher (17) tewas di kamp pengungsi Dheisheh dekat Betlehem di Tepi Barat selatan oleh pasukan Israel dalam bentrokan dengan pelempar batu. Korban diidentifikasi sebagai sukarelawan medis dari seragam yang dikenakannya.

Pelayat membawa jasad relawan paramedis Palestina Sajed Mezher dibunuh oleh pasukan Israel, selama pemakamannya di Betlehem di Tepi Barat yang diduduki Israel 27 Maret 2019. Foto: REUTERS / Mussa Qawasma.
Seorang juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan korban ditembak oleh pasukan Israel saat bekerja sebagai sukarelawan medis. Dua korban lainnya mengalami luka-luka dalam bentrokan itu, yang terjadi di tengah meningkatnya kekerasan di Tepi Barat.

Dalam sebuah pernyataan, Menteri Kesehatan Palestina Jawad Awad mengatakan, pembunuhan yang dilakukan pasukan pendudukan terhadap relawan medis dengan menembaknya di perut adalah kejahatan perang.

Lembaga Bantuan Medis Palestina mengonfirmasi bahwa Muzher bekerja dengan mereka. Dalam sebuah pernyataan, Lembaga Bantuan Medis Palestina mengatakan korban ditembak ketika mencoba merawat salah satu dari mereka yang terluka dalam bentrokan.

Pasukan Israel sering memasuki kamp-kamp pengungsi untuk melakukan penangkapan atau operasi lainnya. Aksi ini sering memicu bentrokan dengan penduduk. (rtr/afp)