Money Politik Jadi Momok Setiap Pemilu, Bawaslu Akui Sulit Tangkap Para Pelaku

0
139

Money Politik Jadi Momok Setiap Pemilu, Bawaslu Akui Sulit Tangkap Para Pelaku

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumsel megatakan, money politik atau politik uang tetap menjadi ‘momok’ dalam pelaksanaan pemilu legislatif dan pemilu presiden 2019 mendatang di Sumsel.
Hal tersebut disampaikan komisioner Bawaslu Sumsel Syamsul Alwi, disela- sela media Gathering bersama media di Palembang, di Musi Mania Cafe Palembang, Jumat (16/11/2018).

Dengan tema “Bersama rakyat awasi pemilu, bersama Bawaslu kita tegakkan keadilan”.
“Politik uang prosesnya mudah, tapi menemui aktornya atau yang melaporkannya sulit, karena masyarakat masih apatis (tak peduli),” katanya.
Menurut Syamsul Alwi, selain apatis malahan terkadang masyarakat senang jika ada caleg yang memberikan sesuatu dimomen pesta demokrasi tersebut.

Jadi terkadang, masyarakat menunggu siapa yang kasih amplop dan siapa yang dipilih kita juga tidak tahu, sehingga jadi hal lumrah bagi mereka,” ujarnya.
Syamsul menilai, masih adanya kecenderungan masyarakat yang ingin politik uang tersebut.
‘Masyarakat belum paham dan kurang pendidikan sehingga mereka tidak tahu pelanggaran itu bisa dipidana.
Sehingga hal ini perlu pemahaman dan pendidikan bagi mereka, termasuk untuk ikut dalam pengawasan partisipatif agar money politik ini jadi musuh bersama,” tandasnya.

Ditambahkan Syamsul, untuk sampai dugaan pelanggaran maka butuh prosesnya cukup panjang.
Pasalnya, penemuan bukti menjadi kendala utama apalagi kepedulian masyarakat masih kurang.
“Masyarakat tidak mau jadi saksi, termasuk untuk menyampaikan bukti amplop pemberian oknum, terkadang yang ada diwarga disembunyikan sehingga tidak mengaku.

Hal inilah perlu advokasi kepada masyarakat dan kita pada Pilkada 2018 lalu.
sudah ada bukti di Kabupaten Lahat tindakan Bawaslu dengan sudah memprosesnya serta vonis 1,6 bulan kepada pelaku.
Kita tidak main- main soal money politik ini, jika ada pelapor, saksi dan bukti akan diproses melalui Gakkumdu yang terdiri unsur kepolisian, Bawaslu dan kejaksaan,” ungkapnya.
Ketua Bawaslu Sumsel Iin Irwanto melanjutkan, jika ada tiga isu krusial.

Pihaknya selama ini termasuk saat diluar masa tahapan, yaitu Isu gender, pengawasan partisipatif dan pengawasan ASN.
“Kita punya kegiatan nasional dalam waktu dekat di Palembang, termasuk apel pengawasan panwascam se Sumsel,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Money Politik Jadi Momok Setiap Pemilu, Bawaslu Akui Sulit Tangkap Para Pelaku, http://sumsel.tribunnews.com/2018/11/16/money-politik-jadi-momok-setiap-pemilu-bawaslu-akui-sulit-tangkap-para-pelaku.
Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Mochamad Krisnariansyah