Jokowi ke Palembang, Akademisi Unsri: Harusnya Paparkan Program Kerja Bukan Berkutat Isu Kacangan

0
322

Jokowi ke Palembang, Akademisi Unsri: Harusnya Paparkan Program Kerja Bukan Berkutat Isu Kacangan

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Calon Presiden (Capres) RI nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) akhir pekan tadi datang ke Palembang.

Jokowi memberikan pembekalan kepada para caleg agar bisa menepis isu-isu kampanye hitam seperti Jokowi PKI dan Jokowi pro Asing dan Asiong.

Pengamat Politik Sumsel, Ardian Saptawan menyebut Jokowi bisa tampil lebih maksimal di Sumsel.

Caranya dengan tidak hanya berkutat pada isu-isu kacangan yang justru menimbulkan kegaduhan politik di tanah air.

Ardiyan tidak menganggap salah tentang pengangkatan isu-isu politik seperti Jokowi PKI dan Jokowi pro Asing dan Asiong.

Itu sepenuhnya hak politik Jokowi sebagai capres dan masyarakat atau siapapun tidak bisa menyetirnya.

Menurut Ardian, ini sudah masuk masa kampanye, jadi mereka berusaha untuk menarik simpati masyarakat sebanyak-banyaknya.

“Mungkin menurut mereka isu PKI dan pembela Asing serta Asiong ini lebih menjual untuk menarik simpati masyarakat,”

“Atau kemampuannya memang hanya sampai di situ (bermain isu, red). Sekarang tinggal masyarakat yang menilai, siapa yang menurut mereka lebih baik,” ujar Ardian.

“Harusnya capres, baik Jokowi atau Prabowo tidak hanya berkutat pada isu-isu kampanye hitam.”

“Tetapi sosialisasikanlah program-program yang akan dilakukan untuk masyarakat. Karena kampanye seperti ini akan mencerdaskan masyarakat,” ujar akademisi Universitas Sriwijaya (Unsri) ini.

Ditambahkannya, untuk calon petahana, mungkin bisa menyampaikan semua keberhasilannya selama memimpin.

Selain itu dia juga bisa menyampaikan program-program yang akan dilakukannya bila kembali terpilih.

Begitu juga dengan calon penantang, dia bisa menyampaikan program yang akan dia lakukan untuk masyarakat.

“Nah, nanti masyarakat akan menilai siapa yang akan dipilih,” tandasnya.

Sementara, Pemerhati Politik yang juga Ketua Forum Demokrasi Sriwijaya (ForDeS), Bagindo Togar menyatakan, pada kedatangannya di Sumsel, capres petahana, Jokowi cenderung menceritakan tentang banyaknya tudingan negatif ke dirinya.

“Bila dicermati dari sisi komunikasi politik, aktivitas maupun peran yang dilakukan oleh Pak Jokowi ketika bertemu ragam publik, beberapa waktu terakhir, terkesan dikondisikan dominan sebagai capres, dimana substansi Komunikasi lebih berharap simpati juga dukungan publik semata,” tuturnya.

Harusnya, dilanjutkan Bagindo, akan lebih efektif bila sosok Jokowi ditampilkan sebagai Presiden saja.

Serahkan kepada Ma”ruf Amin untuk road show ke masyarakat, berkomunikasi untuk mengeliminasi beragam isu, rumor atau bermacam tudingan miring.

Selayaknya Jokowi dituntut untuk memacu kinerja struktur kerja sekretariat lembaga kepresidenan dan tim kampanye nasionalnya.

supaya lebih Profesional berkordinasi dalam menyusun bermacam kebutuhan kegiatan, pemikiran kontekstual berikut kebijakan atau ide ide strategis yang mampu menjawab kegelisahan maupun kekecewaan masyarakat.

Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Jokowi ke Palembang, Akademisi Unsri: Harusnya Paparkan Program Kerja Bukan Berkutat Isu Kacangan, http://sumsel.tribunnews.com/2018/11/28/jokowi-ke-palembang-akademisi-unsri-harusnya-paparkan-program-kerja-bukan-berkutat-isu-kacangan?page=2.
Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Wawan Perdana