Hujan Mulai Pengaruhi Produksi Karet OKU Timur, Kualitas Buruk Akibat Bercampur Air

0
7

Hujan Mulai Pengaruhi Produksi Karet OKU Timur, Kualitas Buruk Akibat Bercampur Air

TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA-Petani karet di Kabupaten OKU Timur sejak musim hujan sebulan ini mulai mengeluhkan penurunan produksi dan kualitas getah karet.

Selain produksi getah turun, harga getah juga mengalami penurunan yang sekarang dikisaran Rp 6.500 hingga Rp 7.500 per kilogram.

“Selain penurunan hasil getah, aktivitas penyadapan karet juga tergantung dengan cuaca yang saat ini kerap hujan,”

“Petani tidak bisa menyadap karet,” ungkap Anwar warga Desa Kotatanah Kecamatan Semendawai Timur, Senin (3/12/2018).

Menurut Anwar, pengaruh cuaca ekstrem sangat besar terhadap hasil getah karet.

Selain getahnya mengalami penurunan, penyadapan juga tidak bisa dilakukan dengan terus menerus karena bergantung dengan cuaca.

“Aktivitas penyadapan karet yang saat ini sangat bergantung dengan cuaca.”

“Jika cuaca hujan, getah karet tidak dapat diambil dan berkualitas buruk lantaran bercampur dengan air. Jadi harus menunggu dulu hingga kering,” katanya.

Pemerintah saat ini sedang mengupayakan mendongkrak harga karet. Kebijakan terbaru Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membeli 150 ribu ton karet petani asal Sumatra Selatan (Sumsel) untuk bahan campuran pembuatan aspal.

“Sesuai dengan perintah Presiden RI pada waktu lalu kami akan melakukan pembelian karet ke petani,” ujar Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah V Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, Kiagus Syaiful Anwar, Jumat (30/11/2018).
Namun pembelian karet ke petani harus sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Kementrian PUPR.

Diantaranya yakni kualitas karet itu sendiri harus baik.

“Kami akan membeli jenis karet yang sudah ada spesifikasi kami dengan kadar karet kering 50 sampai 55 persen.”

“Dan dilakukan uji kualiti kontrol kami melibatkan Balai di Sembawa mengenai airnya,” katanya.

Selain kualitas, persyaratan lainnya yang harus dipenuhi petani yakni memiliki KTP dan rekening tabungan agar karet tersebut bisa dibeli.

“Pembelian ini tak langsung tapi akan dilakukan dengan melibatkan pihak ketiga yang akan kita tenderkan.”

“Jadi akan kita bayar karet petani jika mereka melampirkan KTP dan rekening sebagai bukti,” ungkap dia.

Dengan adanya ini diharapkan kualitas karet petani dapat lebih meningkat sekaligus ini juga untuk meningkatkan dan membantu kesejahteraan petani karet yang ada di Sumsel.

“Kita ketahui Sumsel sebagai penghasil karet cukup besar. Dan sebenarnya aspal dengan campuran karet ini sudah dilakukan juga di Sumsel.,” ujarnya.

Kelebihan campuran aspal karet yakni meningkatkan kualitas perkerasan aspal dalam hal usia layanan dan ketahanan terhadap alur.
“Untuk perawatan dan ketahanan sama saja seperti aspal umumnya,” ungkap dia.

Ditahun depan, rencana 27 KM jalan akan dilakukan penggunaan dengan aspal karet yakni di jalan Muara Beliti- Tebing Tinggi – Lahat sepanjang 10 KM. Dan 17 KM di jalan Prabumulih -Beringin- Baturaja.

“Total dana sekitar 130 miliar,” ungkap dia.

Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Hujan Mulai Pengaruhi Produksi Karet OKU Timur, Kualitas Buruk Akibat Bercampur Air, http://sumsel.tribunnews.com/2018/12/03/hujan-mulai-pengaruhi-produksi-karet-oku-timur-kualitas-buruk-akibat-bercampur-air?page=2.

Editor: Wawan Perdana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here