Bandel Masih Berkumpul, Kena Hukum Strap Admin-Sumsel- Whatsapp

0
459

PRABUMULIH – Imbauan agar menghindari kerumunan atau keramaian dan juga perkumpulan terus dilakukan, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Nanas ini.

Tetapi, pada kenyataannya masih banyak warga tidak mengindahkan imbauan tersebut dan dinilai bandel. Sehingga, aparat kepolisian (Polres Prabumulih) bersama Satpol PP, akhirnya terpaksa membubarkannya dan juga memberikan sanksi hukum tegas di sepanjang Jalan A Yani depan Taman Prabu Jaya (PJ) Kelurahan Prabu Jaya, Kecamatan Prabumulih Timur, Senin (11/5/2020)

Tanpa rasa lelah dan bosan mereka terus berpatroli keliling Kota Prabumulih untuk menyampaikan Maklumat Kapolri tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran Virus Corona. Maklumat tersebut terus disosialisasikan agar dapat dipatuhi dan dijalankan oleh masyarakat.

Petugas mendatangi dan memberikan pengarahan kepada warga yang masih saja nongkrong dan berkumpul di pinggir jalan. Mereka yang kedapatan berkumpul langsung dibubarkan setelah diberi pengarahan untuk tetap berada di rumah dan mengurangi aktifitas yang tidak produktif di luar rumah.

Kapolres Prabumulih AKBP I Wayan Sudarmaya, SH SIk MH melalui Kasat Tahti, Iptu Azhari menjelaskan, giat tersebut terus digalakkan agar dapat diindahkan oleh masyarakat.

“Mengingat penyebaran wabah virus corona akan lebih mudah penularannya di tempat-tempat keramaian,” ujarnya, kemarin (12/5).

“Setidaknya kita telah berusaha melawan virus ini dengan mengurangi aktifitas di luar rumah. Hindari tempat-tempat keramaian, berkumpul dan nongkrong-nongkrong di pinggir jalan, cafe, rumah makan atau tempat-tempat lainnya yang biasa dijadikan sebagai tempat berkumpul,” ujarnya.

Lanjutnya,giat tersebut juga dibantu oleh anggota Satpol PP. Berpatroli sembari menyapaikan imbauan kepada masyarakat, mulai dari Jalan Jenderal Sudirman, Pasar Tradisional Modern (PTM) Prabumulih, Jalan M Yamin, Jalan Surip, Jalan Mayor Iskandar dan sejumlah tempat lainnya.

“Masih ada beberapa diantaranya yang berkumpul dan nongkrong, baik itu di bengkel, warnet dan sejumlah taman kota. Mereka langsung kota bubarkan dan diminta untuk kembali ke rumah masing-masing. Juga diberikan sanksi tegas berupa hukuman strap,” jelasnya.

“Begitu pula dengan langkah penyemprotan disinfektan di sejumlah fasilitas umum telah kita lakukan. Mudah-mudahan langkah-langkah ini dapat beranfaat untuk masyarakat dalam mencegah penyebaran virus ini. Mari bersama-sama kita mematuhi instruksi yang disampaikan pemerintah agar wabah virus ini dapat segera berakhir,” tambahnya. (03)