Akomodir Masukan Masyarakat, Perwali Untuk PSBB Palembang Segera Disahkan

0
171

Sumeks.co – Pemkot Palembang segera menyerahkan Draf Peraturan Walikota yang berisi aturan terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kepada Gubernur Sumsel. Dalam draf tersebut, nantinya juga akan mengakomodir masukan dari sejumlah elemen masyarakat.

“Jadi PSBB ini sifatnya pembatasan, bukan mematikan semua sektor,”tegas Walikota Harnojoyo usai rapat bersama Gubernur Sumsel dan jajaran di Ruang Parameswara Pemkot Palembang, Senin (18//5) siang.

Secara teknis, dijelaskan oleh Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 kota Palembang, draf tersebut akan lebih dulu ditambahkan masukan dari elemen masyarakat pada Selasa (19/5) besok. Baru kemudian Rabu (20/5) akan diajukan ke Pemprov Sumsel.

Jika tidak ada yang perlu di revisi oleh Gubernur, maka draf tersebut akan disahkan sebagai Perwali yang mengatur PSBB di kota Palembang. Setelah disahkan, Perwali itu nantinya akan disosialisasikan kepada masyarakat, dalam kurun waktu empat sampai lima hari.

“Didalam draf tersebut salah satunya kita membatasi jam operasional tempat usaha. Dengan catatan pihak terkait wajib mematuhi protokol kesehatan,”jelasnya. Apalagi selama ini kota Palembang juga telah menjalankan Instruksi Walikota No.1/2020 tentan percepatan pencegahan dan penanganan Covid-19.

Diharapkan setelah menjalankan PSBB, penyebaran Covid-19 bisa menurun. Apalagi sampai Senin sore, ada 537 kasus positif di Sumsel, dengan jumlah kasus positif di kota Palembang mencapai 311 orang.Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Palembang, Asmadi SH mengungkapkan jika nantinya saat PSBB diterapkan, masyarakat mulai dikenakan sanksi. Mulai dari sanksi yang bersifat mendidik dan meningkatkan kesadaran pada tahap awal, hingga bisa dipidana.

“Hukumannya akan ditindak oleh petugas dilapangan, ada bentunya edukasi, kemudian akan meningkat sampai pidana,”tegasnya. (aja/ril)