150 Tenaga Medis Honorer Datangi Kantor DPRD OI

0
100

Inderalaya – 150 tenaga medis honorer di RSUD Ogan Ilir mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Ogan Ilir, Senin (18/5). Mereka menyampaikan keluhan mereka, seperti rumor yang beredar saat ini.

Mereka pun diterima langsung oleh Komisi IV DPRD Ogan Ilir. Beberapa perwakilan dari tenaga kesehatan itu mengadakan rapat tertutup dengan Komisi IV, dan menyampaikan aspirasi mereka

“Kami mencari jalan keluar antara manajemen dan honorer. Kami sudah ketemu Ketua Komisi 4, kami punya kesepakatan dan mulai sekarang kami tetap bekerja dengan baik,” ujar salah seorang perwakilan tenaga kesehatan, Dita.

Beberapa aspirasi mereka itu seperti tuntutan uang intensif saat shift, masalah SK sampai ke rumor mereka dianggap mengundurkan diri ketika tidak hadir atau absen bertugas.

“Yang pasti kami meminta perlindungan, transparansi dan salah satunya rumah singgah,” ungkapnya.

Ia mengatakan pihaknya dijanjikan oleh DPRD Ogan Ilir yang memediasi mereka dengan Manajemen RSUD Ogan Ilir terkait aspirasi mereka tersebut. Termasuk uang intensif sebesar Rp150 ribu per shift tugas.

“Ini sudsh ada jalan keluar, masalah ini clear sampai selesai. Kami tetap bekerja, sembari tetap menunggu apakah disepakati atau tidak yang tadi,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Ogan Ilir Rizal Mustofa mengatakan jika pihaknya telah melakukan mediasi antara Manajemen RSUD Ogan Ilir dan tenaga kesehatan tadi. Pihaknya memberi warning kepada manajemen untuk segera memenuhi aspirasi oerawat tadi, dan berjanji membuatkan payung hukum untuk memenuhi keluhan tersebut.

“Kami udah warning dengan Direktur RSUD, sebelum masalah ini selesai tidak ada pemberhentian. Mereka tetap bekerja, kami sarankan menemui Direktur sampai kita tunggu 4 hari lagi ada keputusan,” tegasnya.

Beberapa aspirasi seperti pemenuhan APD yang layak sampai ke intensif serta rumah singgah dan tambahan vitamin telah mereka terima.

“Mudah-mudahan ada jalan keluar, kami menyesalkan ada yang terjadi dan mungkin ada yang keliru. Sama-sama kita bahas, mudah-mudahan ada jalan keluar sehingga pelayanan kesehatan di Ogan Ilir dapat berjalan dengan baik terutama yang terpapar covid-19,” jelasnya.

Sebelumnya, para tenaga kesehatan tersebut dikabarkan mengeluh atas pelayanan terhadao mereka. Mulai dari tidak adanya SK tugas, intensif selama bertugas, jaminan rumah singgah sampai ke dianggap mengundurkan diri ketika mereka tidak bertugas.

Direktur RSUD Ogan Ilir dr. Roretta Arta Guna Riama mengatakan, pihaknya merasa telag menenuhi tuntutan mereka tersebut. Seperti rumah singgah, disiapkan di ruang anggota DPRD Ogan Ilir jika ada tenaga kesehatan yang ingin beristirahat usai bertugas.

“Dengan adanya pertemuan dengan anggota dewan, semoga bisa mencari jalan keluar, mencari solusi terbaik antara manajemen dan mereka,” ujarnya di waktu yang sama.

Pihaknya menegaskan jika manajemen RSUD Ogan Ilir tidak ingin para tenaga honorer itu mengundurkan diri. Mereka masih menginginkan para tenaga kesehatan itu bekerja sampai wabah selesai.

“Sudah dari tadi kami bilang, kami tidak ingin mereka mengundurkan diri atau berhenti. Kami sudah panggil satu per satu mereka, dan apapun tuntutan sudah kami penuhi,” jelasnya. (hen/wik/ckm)