Ibu Pertiwi Berduka, KKB Klaim Lumpuhkan 16 Prajurit TNI

SUMEKS.CO – Ibu Pertiwi berduka. Viral di media sosial video menayangkan anggota TNI tewas ditembak TNPPB-OPM (Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka).

Tak cuma satu, OPM mengklaim mereka berhasil menewaskan 16 prajurit TNI sekaligus. Dalam tayangan video, nampak dua anggota OPM mengarahkan moncong senjata laras panjang ke arah jenazah terkapar di tanah yang disebutnya anggota TNI.

OPM juga memperlihatkan barang-barang yang berhasil disita dari prajurit TNI yang tewas. Ponsel, peluru dan granat.

Juru bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom mengatakan laporan itu langsung disampaikan oleh pimpinan TPNPB-OPM dari wilayah III Derakma, Nduga Papua. Sebby mengaku sengaja menyebar foto-foto itu.

Komentar warganetpun beragam. “Luar biasa propagandanya. Semakin banyak saja aparat yang menjadi korban. Masyarakat Indonesia 1000 persen mendukung perjuangan TNI/POLRI di Papua,” tulis JT official

Tayangan video yang dikutip dari suara.com itu,  informasi yang disampaikan tidak terjamin kebenarannya. Identitas yang menegaskan sosok jenazah yang tewas itu prajurit TNI tidak ada.

Video hanya menayangkan ada sosok yang tertelungkup di todong pakai senjata laras panjang. Gambar dalam tayangan video itupun tidak fokus hanya sekilas saja.

Identitas khas TNI, mulai dari baju, kartu anggota TNI, KTP ataupun senjatannya tidak ada. Terlebih OPM menyatakan ada 16 anggota TNI yang berhasil mereka tewaskan. OPM tidak menayayangkan, jenazah ke 16 prajurit TNKI yang disebut-sebut berhasil dilumpuhkan itu.

Kalau itu benar, dipastikan OPM menayayangkan satu persatu jenazah prajurit yang berhasil mereka lumpuhkan.

Sementara itu, kondisi tertekan, tidak adanya sumber makanan, suhu udara dingin yang sangat dingin serta setiap saat menjadi target buruan TNI/Polri membuat KKB frustasi

Tak tahan dengan derita ini, akhirnya segerombolan KKB yang ada di kabupaten Puncak, Papua berlarian turun gunung. Menggunakan atribut berperang, lengkap dengan senjatanya mereka berlarian menuju desa.

Kedatangan mereka bukan untuk berperang, tetapi untuk menyerahkan diri dan siap berikrar setia kembali ke pangkuan ibu pertiwi kembali ke NKRI.

Kedatangan KKB ini disambut Bupati Puncak. Setelah berkumpul dan berikrar setia ke NKRI mereka melepaskan atribut perangnya dan memakai pakaian putih merah yang menjadi identitas NKRI.

Mereka mengaku bosan dan tidak nyaman lagi berada dihutan. Dikutip dari akun@prajuritcenderawasih.

Penyerahan diri KKB ini mendapat sambutan luar biasa dari warganet. Mereka bersukur KKB menyadari kesalahannya dan kembali ke RI.

Namun ada pula yang mengingatkan TNI tetap waspada. “Alhamdulillah KKB sudah kembali ke NKRI. Kecurigaan harus dijaga kita belum tahu tulus apa modus,” tulisnya

Sebelumnya, Lamber Perkikir Panglima OPM (Organisasi Papua Merdeka) mengajak seluruh OPM untuk meninggalkan kekerasan senjata.

Saat ini, Tanah Kerum titik awal dimulainya perlawanan kepada Indonesia, ditanah Kerum inilah bangkitnya perjuangan melawan Indonesia sudah damai. “Saat ini tanah kerum sudah damai,” ujarnya

Bukti perdamainnya, Lamber Perkikir menyerahkan 6  pucuk senjata api beserta amunisinya kepada Pangdam Cenderawasih  Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustopa.

 

Penyerahan Senjata ini dilakukan , Senin 1 Mei 2023 diperbatasan tugu batas Negara Indonesia dan Papua Nugini. *

Pos terkait