Pembunuh Driver Grab Car Mengaku Bukan Seperti Manusia, Merasa Diancam

0
583

Pembunuh Driver Grab Car Mengaku Bukan Seperti Manusia, Merasa Diancam

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG – Dua tersangka kasus perampokan dan pembunuhan sopir Grabcar, Sofyan (43) Acundra alias Acun (21) dan Franata alias Fran (16) mengaku menyesal. Mereka mengaku khilaf sehingga membunuh Sofyan.

“Kami mohon maaf nian kepada keluarga, kami khilaf dan tingkah laku kami tidak seperti manusia,” ungkap Acundra (21) di sela ungkap kasus di Polda Sumsel, Jumat (23/11/2018).

Ia menyampaikan sangat menyesal, perbuatan itu dilakukan tidak lain karena mereka (Acun dan Fran) dipaksa dan diancam dibunuh oleh pelaku yang masih buron, Akbar.

“Itu kami lakukan karena kami diancam, kalau tidak mau kami mau dibunuh sama Akbar ,” ucapnya

Sementara, Ayahanda Sofyan, Kgs H. Roni meminta Polisi untuk membekuk semua pelaku pembunuh anaknya. Ia dan keluarga mengharapkan pelaku dapat dihukum berat sesuai dengan perbuatan mereka.

“Kami minta hukuman mati sesuai perbuatan mereka, menurut kami perbuatan mereka sudah biadab terhadap anak kami,” katanya meminta.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menyampaikan keempat pelaku membunuh sofyan bukan hanya dengan cara dicekik tapi juga diinjak injak bagian kepala dan leher.

“Memang kita lihat kemarin, pipi tengkorak sofyan mengalami retak, di rahangnya juga ada resapan darah, kita memang sudah duga korban wafat dicekik, tapi ada cara lain, yaitu diinjak injak,” katanya.

Dipertemukan dengan Keluarga Korban

Polda Sumsel melakukan rilis pers sejumlah tindak kejahatan di wilayah Sumatera Selatan.

Satu diantaranya yakni kasus pembunuh sopir grab car Sofyan. Para pelaku dihadirkan dalam jumpa pers tersebut.

Acun (21) dan Fran (16) tersangka pembunuh Sofyan mengenakan pakaian oranye, tampak pucat pasi saat Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menemui mereka.

“Fran apo dio peran kamu?” tanya Kapolda. “Aku cekik dio pak dari belakang,” jawab Fran.

“Apo biso mencekik dari belakang,” tambah Kapolda. “Biso pak,” jawab Fran lagi.

Kapolda pun menyapa Acun. “Kau ngapoi?” tanya Kapolda. “Aku narik dio pak, dari bangku depan ke belakang. Samo memegangi tangan,” ucap Acun.

“Kami diancam samo Akbar Pak, kalau tidak ikut kami yang dibunuh pak,” katanya lagi.

Tak Lama Kapolda pun memberikan kesempatan kedua tersangka menjumpai keluarga Sofyan.

Keluarga Sofyan yang memang telah hadir langsung mendekati keduanya.
Mereka diantaranya istri almarhum Sofyan, Fitriani (32), ayah almarhum Sofyan, Kgs Roni (77) dan Ibunya, Hj Nurma (65).

Di hadapan keluarga Sofyan, Acun dan Fran langsung meminta maaf.

“Minta maaf nian buk, aku khilaf buk,” ungkapnya

Fitriani yang sudah nampak kesal langsung membalas.

“Maaf kau tidak biso mengembalikan dia. Kau tidak pikir anaknya ada empat,” katanya.

Lantas, pukulan tangan kiri Fitriani pun melayang ke bagian tubuh Acun.

Kondisi sempat memanas, keluarga pun lantas diminta untuk menjauh.
“Kau tahu tidak nasib anaknya bagaimana?” kata Fitriani lagi.
Kgs Roni pun ikut menyaut.

“Kami minta hukuman mati pak,” teriak Kgs Roni

Fitriani pun menambahkan,” Hukuman Mati,” katanya.
Sementara Acun dan Fran nampak ketakutan. Tangan keduanya bergetar hebat, bahkan mata Fran nampak berkaca kaca. Pertemuan itu berlangsung singkat keluarga Sofyan pun diajak oleh anggota untuk menjauh.

Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Pembunuh Driver Grab Car Mengaku Bukan Seperti Manusia, Merasa Diancam, http://sumsel.tribunnews.com/2018/11/23/pembunuh-driver-grab-car-mengaku-bukan-seperti-manusia-merasa-diancam?page=3.
Penulis: Yohanes Tri Nugroho
Editor: Prawira Maulana