Musbinah Menangis Tahu Ebit Meninggal, Sang Mertua Tetap Sayang Meski Anaknya Dibunuh

0
234
Petugas Kamar Mayat RS Bhayangkara ketika membawa jenazah Febrianto menuju ke ruang evakuasi, Selasa (12/2/2019).

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG – Musbinah (60) terus saja menangis setelah mendengar penemuan jenazah Febrianto alias Ebit (39) di Sungai Musi, tepatnya di perairan Sungai Lais Palembang, Senin (12/2/2019).

Musbinah adalah Mertua Ebit yang juga berarti ibu kandung Linda Fitria (38) istri yang telah dibunuh Ebit dengan 24 tusukan sebelum akhir memutuskan melompat dari atas jembatan Ogan Kertapati.

“Pasti syoklah, tidak mungkin kalau perasaan ibu biasa saja. Walau bagaimanapun Ebit itu kan menantunya, pasti juga sudah dianggap seperti anak sendiri. Jadi wajar kalau ibu nangis dengar kabar ditemukan jenazah Ebit,” ujar Ana, salah satu kerabat Almarhumah Linda saat ditemui di rumahnya di Jalan Kemang Manis Lorong Sepakat Kecamatan Ilir Barat 2 Palembang.

Ana mengatakan saat ini sudah ada perwakilan pihak keluarga yang mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara untuk melihat langsung jenazah Ebit.

“Nabila anak Ebit yang paling besar juga ikut kesana. Kemungkinan dia akan langsung ke rumah neneknya yang di Sekip karena jenazah akan dibawa kesana. Ke rumah orang tua Ebit,”ujarnya.

Lanjutnya, saat ini pihak keluarga sedang mengurus keperluan pengajian yang akan digelar untuk mendoakan tiga hari kepergian Linda.

“Jadi tidak semua anggota keluarga kami yang akan ke rumah orang tua Ebit. Tapi pasti akan ada yang datang kesana karena biar bagaimanapun dia juga bagian dari keluarga kami,” tuturnya.

Keluarga Berterima Kasih

Pihak keluarga Febrianto alias Ebit (38) mengaku lega dengan penemuan jenazah anggota keluarganya itu.

“Kabar penemuan jenazah Ebit baru kami tahu pagi ini. Sekarang kami dalam perjalanan ke rumah sakit Bhayangkara,”ujar Yusuf, sepupu Ebit saat dihubungi Tribunsumsel.com, Selasa (12/2/2019).

Yusuf mengatakan, sejak Ebit diduga melompat dari atas jembatan Ogan Kertapati usai menusuk istrinya Linda Fitria (38) dengan 24 tusukan hingga tewas, pihak keluarganya terus merasa cemas pada Ebit yang tidak diketahui keberadaannya.

“Tapi sekarang sudah ditemukan, meskipun dalam keadaan sudah meninggal. Kami mengucapkan terima kasih sekali pada pihak kepolisian dan semua pihak yang telah menemukan jenazah anggota keluarga kami. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih,”ujarnya.

Rencananya jenazah Ebit akan dibawa pihak keluarga ke Rumah orang Tuanya yang ada di daerah Sekip. “Kami akan makamkan jenazahnya di TPU Kamboja,”ujarnya

Anak Jatuh Sakit

Nabila (15) anak pertama pasangan Linda Fitria (38) dan Febrianto alias Ebit (39) hingga saat ini belum tahu jenazah ayahnya di temukan di Sungai Musi, tepatnya di perairan Lais Palembang, Senin (12/2/2019).

Berdasarkan informasi yang diterima dari adik pihak keluarga Linda, saat ini Nabila sedang dalam kondisi sakit.
“Dia (Nabila) lagi dibawa ke dokter karena demam,”ucap Desy, adik kandung almarhumah Linda.

Desy belum bisa memastikan apakah pihak keluarga akan langsung memberi tahu kabar penemuan jenazah Ebit.
“Nantilah itu, kami akan rundingkan dulu. Belum tahu langsung dikabari atau nanti,” ujarnya.

Sementara itu, Keluarga Almarhumah Linda Fitri (38) korban penusukan oleh suaminya sendiri Febrianto alias Ebit (39) baru mengetahui penemuan jenazah Ebit, Selasa (12/2/2019) pagi.

“Kita baru tahu dan akan segera hubungi pihak keluarganya,” kata Desy, adik kandung Linda Fitria saat dihubungi Tribunsumsel.com.

Lanjutnya, pihak keluarga akan segera menghubungi keluarga Ebit tinggal di daerah Sekip.

“Karena orangtuanya masih ada, jadi mereka juga harus tahu kabar ini. Kemungkinan jenazahnya akan dibawa ke rumah orang tuanya,”ujar Desy.

Jenazah yang ditemukan di perairan Sungai Lais adalah seorang laki-laki, Selasa (12/2/2019).

Polair Polresta Palembang bersama Basarnas Palembang melakukan evakuasi terhadap mayat lelaki tersebut.

Sebelum dibawa ke daratan, petugas terlebih dahulu memeriksa identitas dengan cara mencari dompet atau yang lainnya.

Saat diperiksa, ternyata ditemukan dompet warna coklat. Ada KTP yang ditemukan di dalam dompet tersebut.

KTP tersebut, merupakan milik Febrianto.

Karena sangat jelas, di KTP itu tertuliskan Febrianto.

“Iya, ditemukan KTP di dalam dompet atas nama tersebut,” ujar Brigpol Adi.

Saat ini, jenazah sudah dievakuasi dan akan dibawa ke Pelabuhan Boom Baru serta langsung dibawa ke RS Bhayangkara Palembang.

Sebelumnya,Polair Polresta Palembang, mendapat informasi adanya penemuan mayat di Sungai Musi tepatnya di wilayah di perairan Sungai Lais Palembang, Senin (12/2).

Dari informasi yang diperoleh, penemuan mayat tersebut berdasarkan informasi warga dan memberitahu warga lain untuk dilaporkan ke polisi.

Febrianto terjun dari Jembatan Ogan

Pria yang terjun dari Jembatan Ogan atau Kertapati Palembang diketahui bernama Febrianto (38).

Febrianto merupakan warga Jalan Sepakat No 101 RT 02 RW 01 Kelurahan Kemang Manis Kecamata IB 2 Palembang.

Febrianto yang melompat dari jembatan Ogan.

Harapkan Ayah Selamat

Sehari sebelumnya Tribunsumsel.com mewawancarai Nabila.

Nabila (15) bakal memaafkan ayahnya meski telah membunuh ibunya.

Nabila merupakan anak sulung pasangan Febrianto alias Ebit (38) dan Linda Fitria (38). Linda dibunuh oleh Ebit dan kemudian Ebit melompat dari Jembatan Ogan ke Sungai Ogan, Minggu (11/2). Sampai kini nasib Ebit belum diketahui.

Meskipun tindakan ayahnya diluar batas, namun Nabila sendiri mengaku saat ini begitu khawatir dengan keadaan ayahnya.

Dari kabar yang beredar Ebit diduga terjun dari jembatan Ogan kertapati usai menusuk istrinya.

“Biar bagaimana pun dia ayah saya. Ayah juga selama ini baik sama kami. Cuma mungkin kalau lagi dalam pengaruh narkoba saja yang suka marah-marah,”ujarnya

“Jujur saya masih nunggu kabar dari ayah, saya harapnya ayah ditemukan dalam keadaan hidup. Semoga saja ayah tidak benar-benar melompat,”tambahnya.

Kejadian tersebut terjadi di rumah kontrakan mereka di Kemang Manis, Jalan Sepakat Kecamatan Ilir Barat 2 Palembang.

Saat Tribunsumsel.com mendatangi rumah sang nenek yang letaknya bersebelahan dengan kontrakan tempat tinggal orang tuanya, gadis kelas X SMA ini mengaku begitu terpukul dengan keadaan keluarganya saat ini.

“Tidak menyangka kalau ayah sampai bisa berbuat seperti itu,” ucap Nabila dengan mata yang berkaca-kaca menahan tangis, Senin (11/2/2019).

Menurutnya, gelagat mencurigakan dari sang ayah mulai terlihat sejak akhir bulan Januari lalu.

Ayahnya terkadang bersikap baik, namun terkadang juga bersikap tempramental tanpa alasan yang jelas.

“Tidak tahu, kenapa seperti itu. Kadang-kadang baik, contohnya sudah beberapa minggu ini ngajak kami sholat berjamaah, biasanya tidak seperti itu,”ujarnya.

“Tapi kadang-kadang suka marah-marah tidak jelas, khususnya sama ibu. Dan suka ngancam mau bunuh ibu. Sama saya juga ngomong, nanti ayah bunuh ibu kamu, paling bapak dihukum 10 tahun sudah keluar dari penjara. Umur ayah masih muda, jadi tidak terlalu tua kalau keluar dari penjara,” tambahnya.

Entah apa yang terjadi dengan sang ayah, namun Nabila menduga obat terlarang yang digunakan oleh Ebit selama ini, menjadi salah satu faktor penyebabnya.

“Saya sendiri tidak tahu pasti. Tapi sepertinya karena ayah pakai narkoba, jadi mungkin itu penyebabnya,” kata Nabila.

Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Musbinah Menangis Tahu Ebit Meninggal, Sang Mertua Tetap Sayang Meski Anaknya Dibunuh, http://sumsel.tribunnews.com/2019/02/12/musbinah-menangis-tahu-ebit-meninggal-sang-mertua-tetap-sayang-meski-anaknya-dibunuh?page=4.
Penulis: Shinta Dwi Anggraini
Editor: Prawira Maulana