Heboh, Oknum Guru di Prabumulih Diduga Cabuli Siswi Saat Les Privat

PRABUMULIH,PALPOS.ID – Dunia pendidikan di kota Prabumulih tercoreng akibat dugaan pelecehan yang dilakukan oleh seorang guru di salah satu SMA Negeri.

Oknum guru berinisial D (laki-laki) diduga melecehkan muridnya berinisial F (perempuan) di tempat les yang juga berfungsi sebagai kediaman sang guru.

Kejadian ini telah menggegerkan warga, khususnya orang tua siswa dan murid di kota Prabumulih.

Informasi dihimpun, kejadian tersebut terjadi di rumah sang oknum guru di Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur. Saat kejadian, hanya korban dan oknum guru yang berada di tempat tersebut.

Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Sumsel telah melakukan mediasi antara korban dan terduga pelaku.

Ketua KPAD Sumsel, Dr Dwi Noviani, melalui komisioner KPAD Edi Hendri, menjelaskan bahwa pihaknya hadir untuk mengawasi proses penanganan kasus tersebut.

Meskipun KPAD tidak terlibat secara teknis, mereka memastikan bahwa proses penanganan dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Menurut Edi Hendri, tidak semua kasus pelecehan anak perlu diarahkan ke jalur hukum, karena hal itu tidak selalu memberikan dampak positif bagi anak.

Kasus ini dianggap tingkat sedang, dan pihak KPAD merekomendasikan agar anak dijauhkan dari terduga pelaku.

Meskipun KPAD tidak terlibat dalam penanganan teknis, mereka memantau agar proses penanganan berjalan dengan baik untuk kepentingan terbaik anak tersebut.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPA) Kota Prabumulih, Eti Agustina, menyatakan siap mengawal kasus ini.

Pihaknya juga telah mengirimkan surat ke seorang psikolog untuk membantu memulihkan psikologis korban.

Langkah-langkah pengawasan juga diterapkan di tingkat sekolah untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Kronologi kejadian disampaikan oleh perempuan korban, yang menyebutkan bahwa pelecehan terjadi di tempat les dan kediaman sang oknum guru.

Meskipun belum mencapai organ intim, oknum guru tersebut diduga melakukan perilaku tidak senonoh terhadap korban, seperti menepuk bahu dan pantat.

Ketua Musyawarah Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Prabumulih, Abdul Hadi, membenarkan kejadian tersebut.

Hadi turut hadir dalam kegiatan mediasi antara korban, oknum guru, DPPKBPPA, dan KPAD Sumsel.

Terkait sanksi bagi oknum guru, Hadi menegaskan bahwa itu merupakan wewenang Dinas Pendidikan Sumsel dan Kepala Sekolah tempat oknum tersebut bekerja.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *