Ayah Bejat di OKU Timur Setubuhi Anak Kandung Sendiri Sejak Kelas 4 SD

OKU TIMUR, SUMEKS.CO – Seorang ayah bejat di OKU Timur diringkus polisi lantaran tega persetubuhan terhadap anak kandungnya sendiri yang masih di bawah umur.

Tersangka IW (33), warga Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten OKU Timur diamankan anggota Unit PPA Satreskrim Polres OKU Timur.

Kapolres OKU Timur AKBP Dwi Agung Setyono SIK MH, melalui Kasat Reskrim AKP Hamsal SH MH didampingi Kanit PPA Aipda Wiyono, menjelaskan bahwa peristiwa persetubuhan anak itu dilaporkan oleh ibu kandung korban yakni S (33) pada Sabtu 12 Agustus 2023 pagi.

Laporan korban tercantum dalam LP – B / 78 / VIII / 2023 / SPKT / POLRES OGAN KOMERING ULU TIMUR / POLDA SUMATERA SELATAN, tanggal 12 Agustus 2023.

Setelah mendapat laporan Sat Reskrim Polres OKU Timur melakukan penyelidikan.

Dan pada Sabtu 12 Agustus 2023, pukul 11.30 WIB keberadaan tersangka sudah diketahui.

Siang itu, tersangka sedang berada di rumah makan pecel lele Lestari Cidawang, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur.

“Langsung dilakukan penangkapan terhadap pelaku dan pelaku tidak melakukan perlawanan,” ujar Kanit PPA Wiyono, dikutip dari sumateraekspre.id.

Saat diinterogasi tersangka IW mengakui perbuatannya telah melalukan persetubuhan terhadap anak kandungnya sendiri.

Terakhir tersangka mengaku melakukan persetubuhan di rumahnya pada Minggu 15 Juni 2023 lalu, sekitar pukul 22.00 WIB lalu.

“Aki ini dilakukan tersangka sejak korban masih sekolah kelas 4 SD. Pelaku mengancam korban untuk tidak bicara dengan orang yang lain atau akan dibunuh,” terangnya.

Atas kejadian itu korban mengalami trauma dan pergi dari rumah untuk mencari pekerjaan.

Kasus tersebut terbongkar pada Rabu 9 Agustus 2023 lalu, ibu korban menelpon anaknya yang bekerja di Rumah Makan Sukaraja di Kecamatan Buay Madang, Kabupaten OKU Timur.

Ibu korban menanyakan mengapa tidak pulang ke rumah lalu dijawab tidak berani atau takut pulang ke rumah karena sering disetubuhi oleh ayah kandungnya.

Lalu, pada Sabtu 12 Agustus 2023 pukul 06.30, pagi ibu korban didampingi pihak Kadus menjemput korban di tempat kerja, dan melapor ke Polres OKU Timur untuk ditindaklanjuti.

“Terhadap pelaku disangkakan Pasal 81 Ayat (1), Ayat (2) dan Ayat (3) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *