Viral Pria Kehilangan Sebagian Penglihatan Seusai Dicakar Kucing

Jakarta – Seorang pria berusia 47 tahun tanpa disebutkan namanya mengalami kehilangan penglihatan sebagian akibat cakaran kucing. Adapun kasusnya itu diterbitkan di American Journal of Case Reports baru-baru ini.

Dalam laporan tersebut, pria tersebut diketahui mengadopsi kucing sekitar dua bulan sebelum dia mulai merasa sakit. Beberapa waktu kemudian, ia mengalami gejala berupa demam berulang dan sakit kepala terus-menerus selama satu minggu. Ia pun memutuskan pergi mengunjungi dokter untuk dicek lebih lanjut terkait kondisinya.

Pada saat itu dokter menduga gejala yang dirasakan pria tersebut ada kaitannya dengan infeksi COVID-19 sebelumnya. Namun, saat dirinya dalam perjalanan pulang dari dokter, pria berusia 47 tahun itu mendadak kehilangan penglihatan di mata kirinya.

Ia kemudian dibawa ke departemen darurat setempat untuk mendapatkan penanganan. Ketika diperiksa lebih lanjut, ternyata pria tanpa disebutkan namanya itu didiagnosis mengidap penyakit cakaran kucing dengan pembengkakan di sekitar saraf optiknya.

Pasien dinyatakan positif bartonella henselae dan juga didiagnosis dengan neuroretinitis, atau pembengkakan saraf di retina yang menghubungkan mata ke otak.

Sebagaimana diketahui, bakteri bartonella henselae dapat menyebar ke kucing melalui gigitan kutu.

Meskipun sekitar 40 persen kucing membawa bakteri tersebut dalam hidup mereka, namun menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC AS), kebanyakan dari mereka tak menunjukkan gejala dan jarang menularkan infeksi ke manusia.

Sekitar 12.000 orang didiagnosis mengidap penyakit cakaran kucing setiap tahun di AS, menurut Klinik Cleveland. Penyakit ini juga disebut demam cakaran kucing, limforetikulosis, dan felinosis.

Sebagian besar kasus mengalami gejala berupa demam, kelelahan, pembengkakan ringan di tempat garukan, dan pembengkakan kelenjar getah bening; lebih jarang, infeksi dapat menyebar ke otak, mata, atau jantung. CDC mengatakan gejala dapat dimulai antara 3 dan 14 hari setelah awal goresan.

Adapun penyakit cakaran kucing biasanya dapat diobati dengan antibiotik untuk meredakan gejala sakit kepala dan demam dari pria tersebut. Namun, kehilangan penglihatannya hanya teratasi sebagian. Menurut penulis studi kasus kebutuhan untuk segera mengobati penyakit cakaran kucing untuk pemulihan diperlukan segera mungkin.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *