Kasus DBD Meningkat 3 Bulan Terakhir di Probolinggo, 3 Meninggal

Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Probolinggi mengalami peningkatan dalam tiga bulan terakhir.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo Mujoko menyebutkan, terhitung sejak Juli sampai September 2022, sudah ada tiga korban meninggal akibat DBD.

Pada Juli, ada tujuh pasien yang terjangkit DBD, satu di antaranya meninggal dunia.

Bacaan Lainnya

Semenara pada Agustus, tercatat delapan kasus DBD dan satu kasus meninggal.

“Bulan September ini kasusnya meningkat secara siginifikan. Sebanyak 14 pasien terjangkit DBD dan menelan satu nyawa di antara mereka,” tutur Mujoko, Kamis (13/10/2022).

Baca Juga : Jokowi Diminta Copot Menteri dari Nasdem, Johnny Plate: Itu Urusannya Presiden, Jangan Campuri

Dinkes setempat pun sudah melakukan berbagai macam upaya pencegahan.

Di antaranya adalah penanganan medis dan menggandeng puskesmas untuk menyosialisasikan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Menurut Mujoko, PSN ini merupakan cara yang paling efektif untuk menekan kasus DBD.

“Kalau fogging, hanya untuk membunuh nyamuk dewasa yang sudah bisa terbang. Sementara PSN bisa mencegah sebelum jentik itu menjadi nyamuk dewasa,” tukas Mujoko.

Mujoko menambahkan, fogging merupakan upaya terakhir. Pihaknya melakukan fogging di sekitar tempat tinggal pasien DBD sampai dengan radius 100 meter.

Pos terkait