Ini Lanjutan Kisah Pilu Nenek Daminah dan Duit Tanah Rp500 Juta

0
237

BANYUASIN – Anak-anak Hj Daminah (78) tidak dapat menahan tangis saat melakukan konferensi pers di rumah makan Bang Kumis, kelurahan Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin,  Jumat (17/7/2020) sekitar pukul 11.00 WIB.

Anak-anak Daminah yang hadir dalam konferensi pers yaitu Mila Katoarina (55) dan Hj Afrillina (51) didampingi Achmad Azhari, kuasa hukum.

Pada intinya hanya menginginkan merawat orang tuanya yang selama ini bersama Angga Julian Aqsa (29), bukan menggugat orangtuanya.

“Tolonglah mamak kami baleke,  biar dak bikin mudorat,”kata Hj Afrillina dan Mila Katoarina (55) didampingi Achmad Azhari, kuasa hukum.

Ia mengakui kalau semua orang telah mengetahui terkait hal ini, padahal kejadian yang sebenarnya bukan seperti itu.  “Bukan cak itu,” tegasnya.

Jika hanya ingin makan,  minum, beli pampers, berobat dan lain sebagainya, menurutnya tidak perlu menjual lahan kepada orang lain untuk memenuhi keperluan sehari-hari.

“Kalau hanya beli pampers, berobat, makan minum kami (anak – anak Daminah,  red) bisa, ” tuturnya.

Ini sampai orang tuanya Daminah diperalat, seakan akan anak-anaknya tidak ada yang mengurus dan lain sebagainya.

“Jangan diperalat, kami hanya ingin menyelamatkan harta orang tua kami dari Angga.  Karena pesan Almarhum ayah, Kazim, itu aset itu jangan diperjualbelikan, “terangnya.

Ia sendiri selaku perempuan dan juga orang tua, merasakan dan mengetahui bagaimana menjadi orang tua. “Kami tahu rasanya, ” imbuhnya.

Diakuinya kalau dirinya bersama anak lainnya telah lama ingin mengurus orang tuanya Daminah,  namun terus dihalangi oleh Angga Julian Aqsa.”Kami dihalangi-halangi,  bahkan sampai dilaporkan kepolisi.  Tentu kami ketakutan, “ungkapnya.

Sebenarnya permasalahan ini pernah dicoba diselesaikan secara kekeluargaan,  akan tetapi tidak ada titik temu antar kedua pihaknya.”Ini semuanya karena Angga yang buat ribut, “tukasnya.

Terkait masalah lahan itu, ditambah  Achmad Azari mempertanyakan jual beli antara Hj Daminah dengan Angga yang merupakan cucunya sendiri pada bulan Januari lalu sekitar Rp 100 juta. “Tapi tidak berselang lama dijual kembali oleh Angga sekitar Rp 500 jutaan, ini ada apa, “imbuhnya.

Padahal lahan itu masih merupakan harta bersama Hj Daminah dan suami Daminah yaitu Almarhum Kazim, sehingga harus diketahui ahli waris jika hendak diperjualbelikan.

“Tapi anak – anak Daminah tidak tahu sama sekali, “pungkasnya.

Seperti diketahui, Hj Daminah (78) digugat perdata oleh tiga orang anak kandung dan satu cucunya di pengadilan negeri Pangkalan Balai, terkait harta berupa lahan di wilayah Kelurahan Kedondong Raye, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin.

Sidang perdana kasus perdata ini dilaksanakan, Kamis (16/7) lalu, dipimpin oleh ketua majelis hakim M Alwi SH beserta anggota yaitu Erwin Tri Surya Anandar SH dan Ayu Cahyani Sirait SH, yang dihadiri langsung oleh tergugat 1 Hj Damilan dan tergugat II Angga Julian Aqsa (29).

Mereka didampingi kuasa hukumnya Purwata Adi Nugraha SH dan tergugat lainnya yaitu notaris, Lurah Kedondong Raye dan Camat Banyuasin III.

Dari empat penggugat, ketiganya anak dari Hj Daminah yaitu Herawaty (60), warga Kelurahan Kedondong Raye, Kecamatan Banyuasin III, Mila Katoarina (55), Hj Afrillina (51), dan terakhir cucunya Muhammad Oktaviansyah (23). (qda)