10 Pemicu Tenggorokan Sakit, Pantang Diabaikan

Tenggorokan sakit merupakan kondisi yang paling sering dikeluhkan pasien kepada dokter, terutama saat cuaca dingin atau musim hujan. Tenggorokan sakit juga sering disertai dengan gejala lain, seperti susah menelan dan rasa gatal yang membuat orang merasa tak nyaman, bahkan kehilangan napsu makan.

Pemicu tenggorokan sakit Simak penjelasan berikut untuk mengetahui 10 pemicu tenggorokan sakit yang pantang diabaikan. Infeksi virus Direktur RS Plainview New York, Alan Mensch, MD kepada Health.com menyatakan, virus adalah salah satu pemicu paling umum tenggorokan sakit. Seringkali, tenggorokan sakit adalah bagian dari gejala pilek atau flu biasa yang akan mereda dalam 1-3 hari. Namun, virus tertentu yang memicu mononukleosis atau penyakit menular (infeksi) yang ditularkan karena percikan droplet saat batuk dan bersin juga dapat membuat tenggorokan sakit. Beberapa contoh virus yang dapat memicu mononukleosis yaitu: Campak Cacar air Croup Covid-19

Radang tenggorokan Selain virus, bakteri adalah pemicu umum tenggorokan sakit.Pada anak-anak, sakit dan radang tenggorokan jamak disebabkan oleh bakteri Streptococcus. Bukan hanya sakit, tenggorokan bahkan dapat mengalami peradangan atau yang dikenal radang tenggorokan.
Tenggorokan sakit akibat peradangan juga kerap disertai dengan gejala berikut: Demam Panas dingin Bintik merah atau bercak putih pada amandel Pembengkakan kelenjar getah bening Tonsilitis Tonsilitis adalah gangguan kesehatan yang ditandai dengan amandel yang meradang dan bengkak sehingga memicu tenggorokan sakit. Infeksi virus atau bakteri merupakan penyebab umum tonsilitis. Tonsilitis dapat menjadi pemicu tenggorokan sakit, serta gejala lainnya, seperti: Amandel merah dan membengkak Bercak putih atau kuning pada amandel Demam Panas dingin Sakit kepala Sakit telinga Sakit saat menelan Rahang atau tenggorokan terasa lembut Sulit napas Susah menelan

Bacaan Lainnya

Alergi Tenggorokan sakit juga dipicu karena alergi terhadap alergen seperti: Debu Bulu hewan peliharaan Serbuk sari Tenggorokan sakit akibat energi dapat menjadi semakin parah dengan post-nasal drip. Post-nasal drip terjadi ketika lendir yang biasanya diproduksi oleh kelenjar di hidung menumpuk dan menetes ke bagian belakang tenggorokan Anda. Beberapa orang mungkin bingung antara sakit tenggorokan akibat alergi dengan sakit tenggorokan karena virus dan bakteri. Perlu diketahui, tenggorokan sakit akibat alergi cenderung tidak disertai dengan demam. Namun, bisa menyebabkan mata gatal dan hidung meler. Iritasi Iritasi yang dipicu karena polusi atau asap kendaraan serta produk pembersih tertentu juga bisa mengakibatkan tenggorokan sakit. Udara kering Kelembapan dan suhu udara dapat memengaruhi selaput lendir yang melapisi tenggorokan kita. Udara kering dan panas dapat menyebabkan tenggorokan sakit.

AC yang terus menyala pada musim panas juga menimbulkan efek samping seperti nyeri atau sakit pada tenggorokan. Tenggorokan sakit yang dipicu karena udara kering cenderung lebih terasa menyakitkan pada pagi hari.

Ketegangan otot Otot yang tegang akibat sering berteriak atau menjerit juga bisa menjadi pemicu tenggorokan sakit. Refluks asam lambung (GERD) Beberapa orang mungkin tidak menyadari bahwa tenggorokan sakit juga bisa dipicu karena refluks asam lambung atau GERD. Asam lambung yang naik ke kerongkongan terkadang juga bisa mengakibatkan sakit tenggorokan. Kondisi ini dapat diperparah setelah Anda mengonsumsi makanan dalam porsi besar. HIV Human Immunodeficiency Virus atau HIV menyebabkan kekebalan tubuh orang menjadi lemah. Melemahnya sistem kekebalan tubuh dapat membuat orang mengalami gejala mirip flu, termasuk tenggorokan sakit sekitar 2-4 minggu setelah tertular HIV. Tumor Tumor yang tumbuh dan berkembang juga bisa memicu tenggorokan sakit. Terlebih, pertumbuhan tumor dapat terjadi dengan pesar, mulai dari bagian atas tenggorokan, belakang lidah, hingga pita suara. Tenggorokan sakit akibat tumor biasanya tidak hilang dalam beberapa minggu atau berbulan-bulan. Meskipun sebagian besar pemicu tenggorokan sakit adalah infeksi virus, seperti flu dan pilek, kita perlu mengetahui penyebab lainnya.
Segera periksa ke dokter apabila sakit tenggorokan tak kunjung sembuh atau reda dalam beberapa hari.

Faktor risiko Berikut beberapa faktor risiko yang membuat seseorang mungkin lebih mudah mengalami tenggorokan sakit: Kebiasaan merokok Mendengkur saat tidur Konsumsi obat-obatan tertentu Memiliki penyakit refluks asam lambung atau GERD Efek samping intubasi atau tindakan medis sebagai bantuan pernapasan saat operasi atau ketika menerima anestesi. Sakit tenggorokan bisa menyerang siapa saja. Mengetahui faktor risiko tenggorokan sakit dapat membuat kita lebih waspada dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.

Pos terkait