7 Rumah Ludes Dilalap Api, 5 Rumah Rusak Ringan

MUARA ENIM,PALPOS.ID – Diduga konsleting listrik, tujuh unit rumah hangus dilalap sijago Merah.

Sedangkan lima unit rumah lainnya menderita rusak ringan dan satu warga cidera di Dusun III, Desa Tanjung Raya, Kecamatan Semende Darat Tengah (SDT), Kabupaten Muara Enim, Minggu (3/9) sekitar pukul 09.00 WIB.

Adapun tujuh unit rumah panggung yang rata dengan tanah adalah Nang Ujang (60), Holdan(56), Apriansyah (48), Khairul (57), Junaidi (75), Elviansyah (56) dan Perzan (35).

Kerugian diperkirakan miliaran rupiah. Sedangkan rumah panggung yang rusak ringan ada 6 unit yakni milik Sukaha (64) Denhar (50), Syarafudin(65), H Abdul Gani (58), Agung (40), Armai(40), Heniar (45) dan satu cidera kaki atas nama Rahmadi.

Menurut Kapolres Muara Enim AKBP Andi Supriadi, bahwa sumber api belum diketahui darimana asalnya namun dari keterangan warga bernama Sandri mereka melihat dari bagian bawah rumah Apriansyah yang pada saat kejadian sedang tidak ada penghuninya.

Pada saat itu, saksi Sandri berusaha masuk kedalam rumah guna mengetahui sumber api tersebut, namun api dibagian bawah rumah sudah menyebar dari ruangan tengah sampai ke dapur.

Saksi saat itu masih berusaha untuk memastikan kondisi didalam rumah tersebut sebab ia biasanya melihat ada seorang perempuan tua yang bernama Nafsiah (80) namun tidak ada di dalam rumah.

Sedangkan pemilik rumah Apriansyah bersama istrinya sedang berada dikebun. Karena api sudah semakin membesar akhirnya saksi Sandri memilih keluar rumah.

“Ternyata Nafsiah sebelum kejadian sedang berkunjung kerumah tetangga sekitar rumahnya, menurutnya Ia tidak sedang memasak dan tidak sedang menghidupkan api didapur,” ujar Andi.

Kemudian, lanjut Kapolres, api terus membesar dan menjalar serta membakar rumah warga lainnya yang berada di samping dan dibelakangnya hingga mengakibatkan tujuh rumah warga hangus terbakar 99 persen dan lima rumah warga terdampak kejadian itu mengalami kerusakan terbakar 10-20 persen. Untuk kerugian belum diketahui karena masih ditaksir.

Api  membakar sekitar pukul 09.00 WIB dan api berhasil dipadam sekitar pukul 11.30 WIB setelah mendapat bantuan 6 Unit Damkar yakni 1 unit dari Kecamatan SDL, 1 unit dari Kecamatan SDT, 1 unit dari Kecamatan SDU, 1 unit dari PT Supreme Engergy, 1 unit dari PT PGE, 1 unit Damkar dari Lahat, Swadaya ratusan masyarakat, bersama POLRI dan TNI dan pemerintah Desa Tanjung Raya.

“Korban jiwa dan luka berat nihil, hanya 1 orang laki laki bernama Rahmadi anak dari Holdan pemilik rumah yang terbakar akibat kakinya terkilir,” ujar Kapolres.

Saat ini, kata Kapolres, pihaknya telah mengamankan lokasi rumah terbakar dengan police line terutama rumah Apriansyah yang hanya meninggalkan puing puing yang sudah hangus terbakar, sehingga pihak Polsek belum menemukan petunjuk penyebab terjadinya kebakaran atau asal sumber api.

Berdasarkan keterangan dari Kepala Desa Tanjung Raya Efrizal SPd, jelas Kapolres, bahwa pemilik rumah Apriansyah setiap harinya beraktifitas kekebun bersama istrinya.

Sedangkan yang menunggu rumah saat mereka kekebun adalah neneknya bernama Nafsiah. Saat ini, Apriansyah sedang berkebun di Curup Bengkulu masih dalam perjalanan pulang, sedangkan istrinya  berkebun di seputaran Desa Tanjung Raya.

“Kita belum bisa gali informasi ke korban terutama istri Apriansyah karena sedang mengalami shock dan pingsan sehingga belum dapat dimintai keterangannya,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekda Muara Enim Ir Yulius MSi, membenarkan adanya kejadian kebakaran tersebut yang menyebabkan tujuh rumah panggung hangus terbakar, namun tidak ada korban jiwa hanya materil. Penyebab api masih belum diketahui karena masih penyelidikan pihak Kepolisian.

Untuk saat ini, lanjut Yulius, pihaknya sudah melihat kondisi dilapangan dan akan memerintahkan pihak terkait (Dinsos) dan para stake holder untuk memberikan bantuan terutama yang mendesak.

Untuk saat ini, para korban ditampung sementara dirumah para kerabatnya, sedangkan untuk konsumsi bantuan sudah banyak yang datang mungkin untuk beberapa hari kedepan bisa teratasi.

Namun yang mendesak adalah pakaian dan perlengkapan alat-alat sekolah karena semuanya hangus terbakar.

“Kita akan upayakan membantu dahulu yang benar-benar urgen dan sifatnya mendesak. Dan kita himbau perusahaan untuk bisa juga membantu,” tegasnya.

Kedepan, pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati terutama dalam memasak atau meninggalkan rumah.

Pastikan semua aman dan tidak ada api yang sedang hidup dirumah. Apalagi saat ini, musim kemarau ditambah rumah kayu dan padat penduduk sehingga sangat rentan dan mudah terbakar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *