Polisi Gadungan Penipu Wanita Diburu Polda Sumsel

Palembang, Sumselupdate.com – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan, melakukan pemburuan terhadap seorang pria yang mengaku-ngaku polisi yang berpangkat brigadir. Dengan berbekal KTP dan KTA Palsu pria tersebut diduga berhasil menipu banyak wanita.

Polda Sumsel sendiri memastikan bahwa KTA Pria dengan pangkat brigadir yang bertugas di polda Sumsel dengan identitas Andi Saputra, warga asal Sidoarjo Jawa Timur tersebut adalah palsu. Selain KTA kepolisian, beberapa foto yang ada memperlihatkan seorang pria dengan seragam kepolisian diduga merupakan polisi bodong.

Sementara pada KTP polisi gadungan bernama Andi Saputra itu, juga berstatus seorang duda yang telah ditinggal mati sang istri. Polisi bodong itu memanfaatkan KTA dan KTP serta status sebagai pria duda itu mengincar wanita wanita yang ingin mendapatkan pasangan suami atau pacar seorang bintara kepolisian.

Karo SDM Polda Sumsel Kombes pol Sudrajatd Hariwibowo, yang menanggapi hal itu dengan menegaskan bahwa, pria bernama Andi Rianto itu merupakan polisi bodong. Serta KTA berpangkat brigadir yang bertugas di polda sumsel tersebut adalah palsu.

“Itu adalah KTA palsu yang dibuat untuk mengelabui dan menipu para korbannya,” katanya, Jumat (27/1).

Oleh karena itu, dia berharap agar masyarakat Sumsel lebih waspada dan segera melaporkan ke kantor polisi terdekat ataupun ke nomor bantuan polisi (banpol) Polda Sumsel 0813-70002-110  jika bertemu pria tersebut.

“Maka dari itu diimbau kepada Masyarakat Sumatera Selatan apabila mendapati chat, dm, kontak, di beberapa media sosial atau bertemu langsung dengan polisi gadungan tersebut agar segera melaporkan ke kantor polisi terdekat,” jelasnya.

Sementara Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Sumsel AKBP Yenni Diarty menyampaikan, salah satu modus dari Andi Saputra alias polisi bodong itu dengan mendekati wanita, serta membujuk rayu hingga terhipnotis lalu mengajak calon korbannya untuk melakukan video call serta meminta korban untuk menunjukkan auratnya.

“Kita mendapatkan pengaduan dari salah satu wanita melalui banpol yang kita sebar, wanita yang diduga korban diancam oleh pelaku untuk menyerah sejumlah uang dengan cara paksa. Pelaku mengancam korban akan menyebarkan foto tangkapan layar korban yang sudah terpedaya,” tambahnya Yeni dikonfirmasi terpisah.

Saat ini, lanjutnya, Polisi tengah menghimpun semua laporan terkait penipuan juga pemerasana yang dilakukan pria tersebut.

“Saat ini, kita bersama Polrestabes Palembang masih mengumpulkan laporan siapa saja yang telah menjadi korbannya,” jela Yenni.

Pos terkait