Prinsip Ariel The Little Mermaid Versi Live Action Beda dari Animasi

Jakarta, CNN Indonesia — Sutradara film live action The Little Mermaid yang dibintangi Halle Bailey, Rob Marshall, mengaku bahwa ada perubahan besar yang dibawa film tersebut dibanding versi animasi aslinya.

Dalam wawancara dengan Empire Magazine, Marshall menyebut sosok si putri duyung Ariel memiliki motivasi yang berbeda dibanding Ariel dalam versi animasinya pada 1989.

“Dengan pembuatan film kami ini, kami dapat mengembangkannya. Dia [Ariel] tidak menyerahkan suaranya untuk seorang pria,” kata dia seperti diberitakan Digital Spy. “Itu adalah sesuatu yang dimasukkan ke dalam aslinya. Itu bukan cara kami memainkannya di film kami,”

Pada film animasi klasik Disney rilisan 1989, Ariel merupakan seorang putri duyung bercita-cita menjadi manusia dan jatuh cinta dengan seorang pangeran manusia bernama Eric.

Untuk bisa mewujudkan itu dan menjelajah di daratan, Ariel harus membuat kesepakatan dengan Ursula si penyihir laut. Ariel harus menyerahkan suaranya demi bisa memiliki kaki.

“Dia sungguh ingin menjadi bagian dari dunia lain itu dan ingin membuktikan, kepada ayahnya dan semua orang, bahwa tak ada yang salah dengan [orang di daratan],” lanjutnya.

“Banyak orang lupa betapa modernnya dia saat itu, terutama di waktu saat itu yakni 1989. Kekuatan yang dia punya di dalam adalah sesuatu yang membimbingnya membangun jembatan antar dunia ini,” kata Marshall.

“Tema kontemporer itu selalu terasa seperti penangkal perpecahan yang kita rasakan hari ini di dunia, dan sebuah pengingat bahwa kita semua ini satu,” katanya.

The Little Mermaid merupakan film live action dari film animasi klasik Disney berjudul sama. Film ini terinspirasi dari dongeng klasik karya Christian Andersen yang terbit pada 1837.

Film ini akan dibintangi Halle Bailey sebagai Ariel, seorang putri duyung yang memiliki suara merdu dan memimpikan untuk bisa mencicipi kehidupan di darat.

Rob Marshall (Pirates of the Caribbean: On Stranger Tides, Mary Poppy Returns) akan mengarahkan film tersebut berdasarkan naskah yang ditulis Jane Goldman dan David Magee.

Marshall sebelumnya menjelaskan alasan dirinya memilih Halle Bailey yang sekaligus mendobrak citra putri duyung sebelumnya yang berkulit putih.

Pos terkait