Kreator Akui Cara Zombi The Last of Us Terkoneksi Ada di Dunia Nyata

Jakarta, CNN Indonesia — Duo kreator serial The Last of Us, Craig Mazin dan Neil Druckmann, mengakui bahwa mereka terinspirasi dari cara jamur dan tumbuh berkoneksi untuk diterapkan pada zombi serial ini.

Dalam cuplikan yang dirilis oleh HBO Max, Mazin dan Druckmann menjabarkan bagaimana zombi hasil wabah jamur Cordyceps saling terkoneksi seperti yang terlihat di episode dua.

Dalam episode bertajuk Infected tersebut, terlihat banyak zombi yang tertidur bergerak serentak menjauhi gerakan sinar matahari seperti gerakan tumbuhan mengikuti arah sinar matahari.

Selain itu, ada adegan ketika sulur jamur aktif yang ada di lantai ‘menggenggam’ manusia yang baru meninggal dan zombi-zombi yang tertidur dari kejauhan merasakan rangsangan tersebut dan bangun.

“Craig punya ide yang saya suka banget, yang mana soal bagaimana jamur ini bekerja, kadang seperti organisme terbesar yang mungkin ditemukan di hutan,” kata Druckmann.

“Ini adalah organisme tunggal yang hanya bisa berkomunikasi ke bagian yang berbeda. Seperti, bila kau menyentuh sulur di sini, itu bisa membangunkan segerombolan orang terinfeksi yang kemudian akan mengejar dirimu,” lanjutnya.

“Memang, ada yang disebut sebagai Wood Wide Web, jamur bisa berkomunikasi secara kimiawi dalam jarak yang sangat jauh. Mereka adalah organisme yang luar biasa, dan sayangnya dalam hal ini, juga menakutkan,” kata Mazin.

dikelilingi oleh jamur ektomikoriza (EM) yang bisa membangun jaringan bawah tanah yang luas untuk mencari nutrisi,” tulis Science.org.

“Sebaliknya, pohon maple dan cedar lebih menyukai mikoriza arbuskular (AM), yang menggali ke dalam sel akar pohon tapi membentuk jaringan tanah yang lebih kecil,” lanjutnya.

Serial The Last of Us mengisahkan Joel (Pedro Pascal) yang bertugas mengawal Ellie (Bella Ramsey) melintasi Amerika Serikat pasca-apokaliptik.

Semua itu bermula sekitar 20 tahun lalu. Pada 2003, sebuah virus jamur membuat korban yang terinfeksi menjadi haus darah dan dengan mudah menginfeksi orang lain. Kondisi ini menyebabkan kekacauan dan memicu pandemi global.

Pos terkait