Jakarta, CNN Indonesia — Creed III berhasil melanjutkan waralaba Creed dan Rocky dengan meyakinkan. Film tersebut sukses memikat hati para penonton, terutama kritikus yang telah menyaksikan seri ketiga Creed tersebut.
Penilaian positif membanjiri ulasan kritikus yang dimuat di berbagai media internasional. Berdasarkan laman agregator Rotten Tomatoes, Kamis (2/3), film itu meraih skor tomatometer 90 persen dari 105 ulasan.
Capaian tersebut melampaui Creed II (2018) yang meraih skor 83 persen dari 312 ulasan. Namun, film ketiga ini belum mampu melampaui skor Creed (2015) yang mencapai 95 persen dari 314 ulasan.
Sebagian besar kritikus menilai Creed III berhasil melanjutkan kesuksesan waralaba tersebut. Perjalanan Adonis ‘Donnie’ Creed (Michael B. Jordan) juga terus melaju dengan memukau.
Hal tersebut diakui Moira MacDonald dalam ulasan yang dimuat di Seattle Times, Rabu (1/3). Kritikus film itu menilai Creed III sebagai sekuel yang lebih dari cukup dalam sebuah waralaba.
Ulasan senada juga dinyatakan Cary Darling dari Houston Chronicle. Ia menilai film ini memiliki kualitas mumpuni meski tak banyak menampilkan elemen kejutan di dalamnya.
“Creed III sebaik yang dibutuhkan, dan sebagai film kesekian dalam sebuah waralaba, itu sudah lebih dari cukup,” ungkap Moira MacDonald dari Seattle Times.
“Creed III adalah kelanjutan yang menyenangkan dari kisah Creed, yang tidak mengemas banyak kejutan dalam pukulannya tetapi tetap melaju jauh,” tutur Cary Darling dalam ulasannya.
Creed III juga menjadi pertaruhan nasib seri Creed yang masih menjadi bagian dari waralaba Rocky. Hal itu disebabkan film tersebut tak lagi menampilkan Sylvester Stallone sebagai Rocky Balboa untuk pertama kali.
Dalam proyek itu, Stallone hanya terlibat di balik layar sebagai salah satu produser. Meski demikian, keraguan yang semula muncul berhasil dijawab dengan memuaskan.
Clarisse Loughfrey dari Independent menilai waralaba itu sanggup bertahan tanpa kehadiran Rocky Balboa. Hal serupa juga diungkapkan Brian Truitt, kritikus dari USA Today.
“Bisakah waralaba Rocky bertahan tanpa Rocky? Creed III, akhirnya, benar-benar menjawab pertanyaan ini. Dan pertanyaan itu dijawab dengan “Ya” yang tegas dan antusias,” tulis Clarisse Loughfrey.
“No Rocky, no problem,” ungkap Truitt dalam ulasan di USA Today.
Keberhasilan itu juga tak lepas dari jerih payah Michael B. Jordan yang melakoni debut sebagai sutradara. Peran Jordan di depan dan belakang kamera menuai pujian banyak kritikus.
Salah satunya Lindsey Bahr yang menulis ulasan untuk Associated Press. Ia menilai Jordan sanggup meredam ego sehingga berhasil merekam performa gemilang Jonathan Majors yang menjadi lawan mainnya.
Aksi Jonathan Majors dalam film ini juga tak luput dari pujian. Ia berhasil melanjutkan penampilan gemilang usai memerankan Kang the Conqueror dalam Ant-Man and the Wasp: Quantumania.
“Debut menjanjikan [Michael B. Jordan], yang menunjukkan bahwa dia tidak akan membiarkan ego bintangnya menghalangi sebuah film: Majors mencuri perhatian, dan Jordan ada di sana untuk mengabadikannya,” kata Bahr dalam ulasan.
“Memberikan kepercayaan kepada Michael B. Jordan di depan dan belakang kamera membuahkan hasil yang memuaskan, dan tahun dengan aksi hebat Jonathan Majors terus berlanjut,” bunyi ulasan Warmann dari Empire
Meski demikian, ada pula sederet kritikus yang memiliki pandangan berbeda. Ulasan Derek Smith dari Slant Magazine menilai Creed III gagal mengeksekusi sejumlah potensi dalam sekuel ini.
Ulasan lain dari Lovia Gyarkye, kritikus The Hollywood Reporter, menilai film ini gagal menciptakan narasi yang memuaskan. Creed III juga dianggap hanya bergantung kepada aspek visual untuk menghibur penggemar.
“Creed III berakhir imbang antara kilatan yang brilian dan kesempatan yang dilewatkan,” tutur Derek Smith dari Slant Magazine.
“Jordan menggunakan keunggulan IMAX untuk mengarahkan beberapa adegan bertarung yang luar biasa,” ungkap Gyrakye.
“Pendekatan ini pasti akan menghibur banyak penggemar waralaba, bahkan walaupun narasinya–alasan kita terus menyaksikan Adonis bertarung–mengecewakan kita semua,” lanjutnya.
Creed III diarahkan Michael B. Jordan yang melakoni debut sebagai sutradara. Naskah film tersebut ditulis Ryan Coogler, Keenan Coogler dan Zach Baylin.
Ryan Coogler sebelumnya juga ikut terlibat dalam penulisan cerita untuk Creed (2015) dan Creed II (2018).
Selain Michael B. Jordan dan Jonathan Majors, film ini turut dibintangi Tessa Thompson, Wood Harris, hingga Phylicia Rashad. Tony Bellew dan Florian Munteanu juga kembali muncul dalam sekuel ini.
Film ini melanjutkan peristiwa Creed II (2018) yang mengisahkan pertarungan Donnie Creed (Michael B. Jordan) melawan Viktor Drago (Florian Munteanu). Laga tersebut dimenangkan oleh Donnie usai pertandingan panjang hingga ronde 10.
Donnie Creed kemudian berada di puncak karier usai mendominasi dunia tinju. Ia juga hidup bahagia bersama keluarga setelah berdamai dengan beban di masa lalu.
Namun, kehidupan Donnie yang mapan itu tidak bertahan lama. Suatu hari, ia bertemu dengan Damian (Jonathan Majors) yang baru saja keluar dari penjara setelah menjalani masa tahanan selama bertahun-tahun.
Creed III tayang mulai 1 Maret di bioskop Indonesia.
