– Ular sanca sepanjang 5 meter membuat penjual gorengan di Jalan Ronggowarsito Kelurahan Karangtengah Kecamatan/Kabupaten Ngawi geger. Ular itu masuk ke warung gorengan milik Partinah pada Kamis (16/2/2023) pukul 15.00 WIB.
Partinah yang mengetahui ada ular di warung gorengannya langsung panik dan tidak mendekat. Dia pun langsung menelpon petugas pemadam kebakaran.
“Iya di bawah kompor ini ada ular sanca besar. Saya gak berani menangkap saya langsung lapor damkar. Gas elpiji saya sampai terguling karena ularnya besar,” kata Partinah.
Tak lama setelah melapor Damkar, petugas pun datang dengan satu unit mobil rescue. Ular itu langsung mencoba kabur ke selokan. Kebetulan hujan turun sangat deras.
Petugas Damkar Ngawi mengerahkan 5 anggota sekaligus untuk menangkap ular besar itu. Bahkan sempat mencoba menarik ekor ular yang hendak kabur ke selokan yang airnya mengalir deras.
Setelah berjibaku dengan ular piton itu, petugas akhirnya berhasil mengevakuasi ular sanca itu. Kini ular tersebut diamankan di Mako Damkar Ngawi.
“Kami mendapatkan laporan jika ada ular sanca yang berada di warung pedagang gorengan. Kami langsung ke sana dan memang benar ular tersebut ada di warung. Saat kami tangkap ular itu mencoba kabur ke selokan.
Hujannya lebat dan air di selokan mengalir deras,” kata Lilik Kukuh Junianto, salah seorang petugas damkar yang mengevakuasi ular tersebut.
Lilik mengungkapkan ular itu berbahaya jika sampai masuk ke pemukiman padat penduduk. Selain bisa memangsa ternak warga, ular sebesar itu membahayakan anak-anak hingga orang dewasa.
“Kami segera menangkap ular ini karena dikhawatirkan justru berkeliaran di pemukiman pada penduduk. Tentunya ular sebesar ini bisa berbahaya bagi orang dewasa apalagi anak-anak,” katanya.
Rencananya ular itu bakal dilepas di habitat aslinya. Yakni di hutan lebat di kawasan Ngawi. Pun, dia meminta warga segera melapor jika ada ular berbisa atau ular besar yang masuk rumah atau di kawasan pemukiman pada penduduk. [fiq/but]
