Tokoh Pendidikan Dukung Penuh Anies di 2024

Ratusan Laskar Angkatan Muda Anies Baswedan (Aman) melakukan deklarasi dukung Anies Rasyid Baswedan di 2024.

Ketua Laskar Aman Indra Charismiadji kepada mengatakan, Laskar Aman terdiri dari para tokoh pendidikan dan tokoh lintas agama. “Anies Baswedan kami nilai memiliki potensi sebagai calon presiden di 2024,” ujar Indra Charismiadji, kemarin kepada awak media.

Deklarasi tersebut sebagai bentuk dukungan masyarakat lintas agama dan tokoh pendidikan kepada Anies Baswedan. Relawan Laskar Aman merupakan organik dan bukan bayaran. “Kami sedih melihat bangsa ini dibodohi, dipecah-belah walaupun sudah merdeka puluhan tahun,” imbuhnya.

Dia menegaskan, hadirnya relawan Laskar Aman ingin menjadikan Indonesia negara aman dan bebas dari isu negara khilafah ataupun adanya upaya Islamisasi ataupun kristenisasi yang selalu digulirkan. Dan menyebabkan kelompok tertentu mendapat perlakukan berbeda dan terintimidasi.

“Pada dasarnya kami sudah muak dengan narasi perpecahan politik dengan jargon aku Pancasila dan kamu khilafah. Padahal mereka ini saudara-saudara kita juga, sementara mereka mempunyai pandangan berbeda mungkin enggak seperti yang digembar gemborkan,” ungkapnya.

Dikatakan dia, Anies yang selalu dikaitkan dengan kelompok intoleran tidak terbukti selama 5 tahun menjabat Gubernur DKI Jakarta.

“Ketakutan yang disebarkan selama ini bahwa Jakarta akan menjadi provinsi syariah atau pengusung negara khilafah tidak terbukti. Bahkan, Pak Anies melakukan berbagai macam terobosan memberikan rasa aman dan kebebasan untuk semua agama,” katanya.

Ia menuturkan, selama Jakarta dipimpin oleh Anies Baswedan, izin pendirian rumah ibadah yang sulit didapat dan telah menunggu puluhan tahun dikeluarkan. Selain memberikan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada masa kepemimpinan Anies Baswedan menyalurkan bantuan sosial melalui dana hibah Bantuan Operasional Tempat Ibadah (BOTI) untuk semua agama.

“Jadi apa yang ditakutkan tidak terjadi. Tingkat kohesifitas alias tidak ada polarisasi sangat tinggi sekali. Ini kajiannya dari Nanyang Technical University Singapura lho, bukan abal-abal,” tegasnya.

“Pembangunan rumah ibadah semua agama selama ini kesulitan mendapatkan IMB-nya, tetapi selama Anies menjabat sebagai gubernur justru terjadi. Berarti narasi intoleran dan radikal kepada sosok Pak Anies. Itu-kan pembodohan bangsa,” imbuhnya.

Situasi bangsa  yang diwarnai oleh isu  yang memperkeruh persaudaraan sesama anak bangsa, kata Indra, menjadi pertimbangan para tokoh lintas agama dan tokoh pendidikan bergerak menjadi relawan Laskar AMAN  guna mencerdaskan anak bangsa.

“Jadi kami tokoh-tokoh pendidikan dan lintas agama mempunyai cita-cita mencerdaskan bangsa, jangan dipecah belah terus. Politik adu domba ini selalu sukses karena bangsa belum cerdas,” jelasnya.

“Dan yang paling saya takutkan adalah jangan-jangan memang bangsa ini sengaja dibuat bodoh. Ini yang membuat kami harus turun tangan,” imbuhnya.

Ia menambahkan, relawan laskar Aman mendukung Anies Baswedan karena justru punya langkah berbeda, yakni merangkul semua kelompok dan golongan untuk mempersatukan bangsa. “Pak Anies ini memiliki komitmen untuk merawat tenun kebangsaan dan itu sudah ditunjukkan di Jakarta,” katanya.

Ia mengajak semua pihak untuk bersaing secara sehat dengan beradu ide dan bukan menggunakan politik identitas. Relawan Laskar Anies yang terdiri dari tokoh pendidikan dan lintas agama merupakan komunitas yang mencerdaskan dan mempersatukan  bangsa.

“Kami tidak akan pernah memaksa atau membenci siapapun yang berbeda pandangan politik. Malah kami mengajak semua pihak meski berbeda pandangan politik untuk bersama-sama membangun Indonesia,” ucapnya.

“Saya ini Nasrani, ajaran gereja itu cinta kasih. Jadi ada orang yang mendorong  narasi untuk memusuhi justru  bertentangan dengan ajaran gereja. Jadi enggak memaksa mereka untuk ikut seperti kami menjadi Laskar Aman, tetapi tetap saudara sebangsa dan setanah air,” tutupnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *