Tersangka Agus Bolot Peragakan 12 Adegan Pembunuhan, Keluarga Almarhum Korban Ikut Saksikan

– Kasus pembunuhan di Jalan Serelo Palembang terhadap korban Ahmad Mulkas alias Aal (47) direka ulang Unit Reskrim Polsekta IB I Palembang.

Reka ulang yang diperankan langsung oleh tersangka Raden Agus Hidayat alias Agus Bolot (41) ini digelar di halaman Mapolsek IB I Palembang, Rabu 4 Januari 2023 sia

Penyidik melakukan 12 adegan reka ulang dengan mendatangkan dua orang saksi yang mengetahui kejadian, sedangkan korban diperankan Sutomi, PHL Polsek IB I Palembang.

Bacaan Lainnya

Rekan ulang ini juga disaksikan pihak keluarga almarhum korban yang ingin mengetahui secara pasti detik-detik kasus pembunuhan secara berencana tersebut.

ng.

“Reka ulang sebanyak 12 adegan dengan menghadirkan tersangka langsung. Reka ulang ini digelar untuk melengkapi berkas yang akan diserahkan kepada jaksa,” kata Kapolsek IB I Kompol Rian Suhendi SPT SIK didampingi Kanit Reskrim Iptu Apriansyah SH, Rabu siang.

Adegan pertama dimulai saat korban pergi ke warung kopi miliknya tidak lama kemudian datang tersangka Agus Bolot sambil memegang pisau.

Tersangka kemudian menyerang korban yang tengah mempersiapakn peralatan di warungnya.

Sempat terjadi saling dorong antara korban dengan tersangka dan saling berhadapan kemudian terjadilah duel.

Adegan ke enam, korban yang juga memegang pisau lalu menghunuskan ke arah tersangka. Tersangka mendorong korban hingga terjatuh, di saat itulah tersangka menusuk bagian bawah ketiak korban hingga korban terjatuh.

Lalu, tersangka Agus Bolot melarikan diri diikuti oleh korban. Dan di depan salah satu percetakan Jl Serelo itu, tersangka mengejar korban dan disaksikan oleh M Alif.

Korban Aak sambil memegang pisau langsung membacok ke arah tersangka tetapi ditangkis menggunakan tangan kiri.

Tersangka kembali mendorong korban hingga kembali terjatuh dengan kembali menusukkan pisau ke arah dada sebanyak satu kali.

Kejadian ini sempat dilerai oleh saksi Maidi dan menarik tersangka Agus Bolot yang kemudian berhasil melarikan diri meninggal lokasi kejadian.

Di adegan terakhir, korban ditemukan bersimbah darah oleh warga dan kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara M Hasan Palembang.

Peristiwa pembunuhan ini terjadi di depan warung kopi di kawasan Jl Serelo Palembang di Jl Serelo, Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan Bukti Kecil Palembang Jumat 16 Desember 2022 sekitar pukul 06.30 WIB.

Tersangka sendiri diamankan Unit Reskrim Polsek IB I Palembang pada Minggu 18 Desember 2022 lalu tanpa perlawawan.

Dari pengakuan tersangka nekat menghabisi nyawa korban Ahmad Mulkan alias Aak (47) lantaran dipicu dendam dengan istri korban.

“Sebelumnya, saya ribut dengan istri korban saat pesan es yang dibelikan kawan, tetapi es tidak datang. Saya tanya malah istrinya mengeluarkan kata-kata kasar,” ujar tersangka Agus kepada petugas riksa Unit Reskrim Polsek IB I Senin 19 Desember 2022.

Usai kejadian, tersangk Agus Bolot sembunyi di rumah salah seorang kerabatnya di kawasan Tanjung Barangan, Kecamatan IB I Palembang.

Selama bersembunyi, tersangka mengaku dihantui rasa bersalah dan kemudian menyerahkan diri ke Polsek IB I.

“Niat dari dalam hati karena saya merasa bersalah, juga atas dorongan dari keluarga,” aku warga Desa Meritai Kecamatan Rambutan l, Banyuasin ini.

Tersangka juga menceritakan, insiden berdarah Jumat pagi lalu bermula saat dia sedang duduk di dekat percetakan Cabe Kecik di Jl AKBP HM Amin, Serelo, Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil.

“Saya diteriaki oleh korban sambil mengumpat dan sempat berteriak tunggu kau lalu mengejar dengan menggunakan golok”.

“Saya langsung mencabut pisau dan menikamkan ke bagian pinggangnya,” ungkap tersangka.

Dengan kondisi berdarah-darah, korban terus berusaha mengejar tersangka.

Tersangka sempat mengingatkan agar korban berhenti mengejarnya dan mengobati luka tusuk yang dialami.

Akhirnya, saat korban mendekat kembali tersangka menghujamkan pisau ke dada kiri hingga membuat korban roboh bersimbah darah.

“Memang pisau saya bawa untuk jaga-jaga karena pulang jauh. Saya menyesal telah membunuh korban, karena khilaf dan meminta maaf kepada keluarga korban,” ungkap duda tanpa anak ini.

Korban diduga tewas setelah terlibat duel dengan lawannya menggunakan senjata tajam jens parang.

Saat ditemukan, tangan kanan korban masih memegang parang dan tubuhnya bersimbah darah.

Dian (37), istri korban sebelum kejadian dirinya memang sempat terlibat cekcok mulut dengan seseorang yang bekerja di percetakan tak jauh dari warung kopi miliknya.(*)

 

Pos terkait