Rawan Kecelakaan, Pemudik Diminta Waspadai Microsleep di Tol Trans Sumatera Lampung-Kayuagung

Palembang, PT Hutama Karya selaku pengelola jalan tol Trans Sumatera (JTTS) mengingatkan pemudik untuk tetap berhati-hati dalam berkendara karena ada beberapa ruas tol rawan kecelakaan.

Ruas tol rawan kecelakaan tersebut seperti di ruas tol Lampung-Kayuagung. Pada ruas ini pemudik diminta mewaspadai microsleep di ruas jalan tol trans sumatera.

Direktur Operasi III Hutama Karya Koentjoro, Sabtu (8/4/2023) mengatakan di ruas tol Bakauheni – Terbanggi Besar (Bakter) sepanjang 140 Km, Ruas Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung (Terpeka) sepanjang 189 Km terbilang rawan terjadi microsleep.

Fatalitas bisa terjadi mengingat pada ruas ini jalannya relatif lurus sehingga sering membuat pengemudi terbuai dan mengantuk. “Usahakan istirahat setiap dua jam sekali,” katanya.

Untuk diketahui, microsleep merupakan suatu kejadian hilangnya kesadaran atau perhatian seseorang karena merasa lelah atau mengantuk. Umumnya kejadian microsleep berlangsung dalam sekejap mata. Dalam hitungan detik tersebut bila tidak diantisipasi dapat terjadi kecelakaan.

PT HK Operator Tol Sumatra

PT Hutama Karya (Persero) selaku operator jalan tol memastikan mudik lebaran tahun ini perusahaan sudah mengoperasikan sepanjang 597 Km ruas tol.

Angka tersebut merupakan kelolaan perusahaan di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang siap dilintasi pemudik.

Koentjoro mengatakan pada musim mudik tahun 2019 tepatnya sebelum pandemi, JTTS yang beroperasi baru mencapai 329 Km, kini panjang JTTS telah mencapai 597 Km atau bertambah 268 Km dalam kurun waktu 4 tahun.

Selain ruas tol Bakauheni hingga Kayuagung, tol sudah dioperasikan Hutama Karya meliputi ruas Palembang – Indralaya sepanjang 21,9 Km, Ruas Pekanbaru – Dumai sepanjang 131 Km.

Ruas Medan – Binjai sepanjang 17,3 Km, Ruas Binjai – Langsa Seksi 1 (Binjai – Stabat) sepanjang 11,8 Km, Ruas Sigli – Banda Aceh Seksi 2, 3 & 4 (Seulimeum – Blang Bintang) sepanjang 35,8 Km.

Kemudian terdapat 2 ruas yang baru saja dioperasikan di akhir tahun lalu yaitu Ruas Pekanbaru – Padang Seksi 1 (Pekanbaru – Bangkinang) sepanjang 31 Km dan Ruas Bengkulu – Taba Penanjung sepanjang 17,8 Km.

Hutama Karya telah menyiapkan sebanyak 21 rest area dengan fasilitas lengkap di Ruas Bakauheni – Terbanggi Besar dan Ruas Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung dengan kapasitas parkir hingga lebih dari 3000 kendaraan.

Di sini juga tersedia 1.106 toilet, 659 toilet tambahan, 11 lokasi SPBU, dan 6 lokasi SPKLU serta 4 (empat) rest area sementara di Ruas Pekanbaru – Dumai dengan fasilitas yang tidak kalah lengkap dari rest area permanent.

Tol Gratis

Di tahun ini, Hutama Karya juga menyiapkan sejumlah ruas tol yang akan dioperasikan secara fungsional diantara lainnya yaitu Ruas Sigli – Banda Aceh Seksi 5 & 6 (Blang Bintang – Baitussalam) sepanjang 13 Km.

Ruas Binjai – Pangkalan Brandan Seksi 2 (Stabat – Kuala Bingai) sepanjang 7,9 Km dan Ruas Indralaya – Prabumulih sepanjang 63,5 Km.

“Rencananya untuk ruas-ruas tersebut ditargetkan akan dioperasikan secara fungsional mulai tanggal 15 April hingga 30 April 2023, namun saat ini kami masih mempersiapkan segala fasilitas dan pelayanannya agar dapat sesuai dengan standar yang berlaku, khusus untuk Ruas Indralaya – Prabumulih khususnya KM 66 – KM 73 akan diberlakukan skema contraflow,” tambahnya.

 

Hutama Karya telah siaga dalam persiapan berbagai aspek yang ada di jalan tol yang dikelola, dari mulai peningkatan kualitas jalan tol, keamanan, operasional, transaksi maupun strategi anti-macet saat akan terjadi lonjakan kepadatan yang signifikan, sehingga pemudik tidak perlu khawatir untuk memilih JTTS sebagai alternatif jalur mudik.

Pos terkait