TRIBUNBENGKULU.COM – Forum Bhineka Jakarta melakukan aksi demonstrasi di area ruko penyerobotna saluran air dan bahu jalan RT 011 Rw 03 Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara pada, Kamis (1/6/2023).
Puluhan warga mengatasnamakan Forum Bhineka Jakarta itu melakukan aksi demo terhadap ketua RT yakni Siang Prasetya, karena dianggap telah melakukan tindakan rasis.
Saat melakukan demo tersebut, Forum Bhineka Jakarta membentangkan spanduk dengan menggelar long march di Jalan Niaga hingga menuju ke kantor Riang Prasetya.
Spanduk itu bertuliskan “Kami Mengecam Pernyataan “Rasisme” yang Diucapkan Ketua RT 011 RW 03 Pluit Riang Prasetya.
Karena mereka menganggap hal tersebut sangat mencederai nilai-nilai Pancasila.
Para pendemo berjalan kaki melewati jalanan di tengah ruko Blok Z4 Utara dan Blok Z8 Selatan sembari menyanyikan lagu Garuda Pancasila.
Orasi yang disuarakan para pendemopun diucapkan dengan nada kecaman terhadap ucapan Riang Prasetya yang dianggap rasis.
Dalam demo tersebut, beberapa orang mengenakan pakaian biasa sementara sebagian orang lagi mengenakan seragam kemeja merah putih.
Ketum Forum Bhinneka Jakarta Muhammad Fayakun Arief mengatakan, aksi unjuk rasa ini digelar oleh berbagai unsur organisasi masyarakat.
Mereka mengecam Riang Prasetya yang dianggap telah melontarkan ucapan bernada rasis pada saat berdebat dengan pemilik ruko.
“Kami mengecam apa yang dikatakan saudara Riang Prasetya ia mengatakan bahwa pribumi, suku ini tidak boleh lagi,” kata Arief di lokasi melansir dari TribunJakarta
“Bahwa ini Indonesia. Semua warga negara Indonesia yang harus dilindungi secara hukum,” ucapnya yang juga merupakan Wakil Bendahara Umum DPP KNPI.
Arief bahkan meminta Riang Prasetya dicopot dari jabatannya sebagai ketua RT.
Ia menganggap apa yang dilakukan Riang telah mencederai nilai Pancasila.
“Sekarang adalah hari Pancasila. Bahwa di Pancasila itu semua adalah satu. Semua adalah sama,” ucap Arief.
“Kita Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda-beda, kita tetap satu. Kita adalah warga negara bangsa Indonesia. Kita adalah anak bangsa,” ucapnya.
Ketua RT Riang Prasetya Beri Surat terbuka Berisi Risalah damai
Riang Prasetyo mengunggah video tentang surat terbuka berisi risalah damai.
Dalam video itu Riang membacakan poin-poin surat terbuka yang ia tujukan pada pemilik ruko.
Imbas dari perseteruan Riang dengan pemilik Ruko, Riang mnegaku jika dirinya diintimidasi bahkan pemilik ruko telah beberapa kali melancarkan aksi demo kepada ketua RT.
Untuk menanggapi berbagai intimidasi tersebuit akhirnya Riang mengirimkan surat terbuka
Riang meminta agar tidak adanya lagi demo yang ditujukan terhadap dirinya atas perseteruan yang terjadi ini.
Kemudian Ketua RT ini juga mengatakan jika pemilik ruko masih belum menerima penertiban yang telah dilakukan oleh pemerintah, maka Pemilik ruko bisa mengajukan gugatan ke Pengadilan.
Riang juga berharap jika pemilik ruko tidak membangun di luar batas luas area lahan yang tertera dalam sertifikat dan ketentuan IMB.
Riang menegaskan tindakannya untuk memperjuangkan lahan fasum semata-mata hanya menjalankan fungsi sebagai ketua RT.
Viral di Media Sosial
Diberitakan sebelumnya, viral di media sosial video yang memperlihatkan perdebatan antara Riang Prasetya ketua RT setemoat dengan para pemilik ruko.
Awalnya Riang terlihat beradu argumen dengan pemilik ruko karena permaslahan pembangunan ruko yang dianggan telah melebihi batas luas area lahan
Dalam video perdebatan anatara riang dengan penilik Ruko, terlihat juga presenter Aiman Witjaksono di antara para pemilik ruko dan Riang.
Karena terlihat begitu emosi, Riang akhirnya mengeluarkan kata -kata yang menyebutkan asal daerahnya.
Video itu memperlihatkan jika Riang menggunakan bahasa Sumatera Selatan, Riang mengaku sebagai asli orang Palembang.
Perkataan Rian ini pun sontak menyulut emosi para pemilik toko yang geram dengan sikap Rian yang mulai membawa identitas kedaerahannya.
Setelah ditegur oleh pemilik ruko, Riang makin naik pitam hingga dia sampai menyebutkan jika dirinya merupakan seorang pribumi
Hal ini pun makin membuat pemilik ruko geram, pertikaian antara Riang dan pemilik ruko pun makin memanas.
