Personel Polsek Tanjung Batu Tegus Anak-Anak dan Remaja Sedang Bermain Petasan Usai Sahur

Sejumlah anak-anak dan remaja yang kedapatan bermain petasan, mendapat teguran dari personel Polsek Tanjung Batu saat berada di Lapangan Masjid Walimah, Rabu, 13 Maret 2024
Sejumlah anak-anak dan remaja yang kedapatan bermain petasan, mendapat teguran dari personel Polsek Tanjung Batu saat berada di Lapangan Masjid Walimah, Rabu, 13 Maret 2024

OGAN ILIR, SUMEKS.CO – Personel Polsek Tanjung Batu mendapati sejumlah anak-anak dan remaja yang sedang bermain petasan, di Lapangan Masjid Walimah Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir, Rabu, 13 Maret 2024.

Kedapatan bermain petasan, anak-anak dan remaja ini pun langsung diberikan teguran dan imbauan supaya tidak memainkan petasan usai sahur dan setelah Salat Subuh.

Menurut Kapolsek Tanjung Batu, AKP Sondi Fraguna, apa yang dilakukan para anak-anak dan remaja dalam bermain petasan ini, telah mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Terlebih masyarakat yang sedang menjalankan ibadah Salat Subuh. Anak-anak dan remaja yang bermain petasan ini sudah mengganggu,” ujarnya.

Sebagaimana beritakan sebelumnya, perang petasan pada bulan Ramadan, tampaknya sudah menjadi sebuah tradisi bagi anak-anak dan remaja di Kabupaten Ogan Ilir.

Betapa tidak, memasuki bulan Ramadan 1445 Hijriyah ini, para anak-anak dan remaja di Kabupaten Ogan Ilir kembali perang petasan antar mereka.

Seperti yang dilakukan anak-anak dan remaja di Kecamatan Tanjung Batu pada subuh pertama Ramadan 1445 Hijriyah, 12 Maret 2024.Suara berisik petasan, tampak menggelegar di kawasan Simpang Empat Kecamatan Tanjung Batu tepatnya di Lapangan Masjid Walimah.

Puluhan anak-anak dan remaja tampak begitu antusias bermain petasan di pusat Kecamatan Tanjung Batu ini. Tak sekali, mereka melakukan aksi berbahaya.
Karena saling lempar petasan, aksi mereka ini sering membahayakan bagi warga lain yang kebetulan lewat di lokasi perang petasan.

Perang petasan biasanya dimulai menjelang Salat Subuh hingga pukul 08.00 WIB. Sehingga, pengguna jalan yang melintas merasa terganggu.

Terlebih, bagi para lanjut usia (Lansia) yang ingin menuju Masjid Walimah Tanjung Batu, mau tidak mau harus melewati para pemain petasan ini.

Seperti diungkapkan As (67), yang merasa terganggu oleh anak-anak dan remaja yang bermain petasan di jalan. Pasalnya, anak-anak ini sering melempar petasan ke arah pengguna jalan.

“Harus ekstra hati-hati kalau lewat, karena anak-anak ini sering jahil melempar petasan ke arah kita yang sedang jalan,” ungkapnya.

Untuk itu, As berharap, ada tindakan tegas dari pihak berwenang untuk menertibkan anak-anak yang sering bermain petasan di jalan raya.
“Perang petasan ini kan setiap tahun pasti ada, dan biasanya setiap hari dilakukan anak-anak. Kami berharap ada tindakan dari aparat, karena mereka ini sering mengganggu orang-orang yang beribadah,” terangnya.

Mirisnya, setelah mengganggu pengguna jalan, biasanya anak-anak ini menertawakan pengguna jalan yang merasa terkejut setelah dilempar petasan.

Setelah tindakan ini berulang setiap tahun, tampaknya belum juga menjadi perhatian dari pihak berwenang. Terbukti, setiap tahun perang petasan selalu terjadi di Kecamatan Tanjung Batu.Aksi membahayakan yang dilakukan para anak-anak dan remaja di Kecamatan Tanjung Batu ini, turut dikeluhkan oleh sejumlah warga melalui media sosial.

Warga ini pun meminta kepada aparat berwenang, terutama pihak kepolisian untuk menindak anak-anak dan remaja yang telah meresahkan masyarakat.

“Tak tolong aparat pemerintah pak polisi .tolong tak segek kenyo budak budak yg main pecon santak prak masjet walima .kesian denggan urang la tuo tuo naro penyakit darah tinggih .jantung kalu urang Datang penyakit .oleh tekanjat .bak itulah urang ke luar masjet di lempar kan budak budak depan urang lewat .jdi tolong besegean .yg Ado anak jantan sebai urang tuo nyo jugo tolong di segek ih anak nyo tu,” kata akun Facebook @Neni Caca, 12 Maret 2024.(*)

Pos terkait