Penjelasan Polisi Soal Viral Percobaan Penculikan Anak SD di Palembang : Orang Tua Jangan Khawatir

PALEMBANG – Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Mokhammad Ngajib meminta orang tua agar tidak khawatir dengan isu percobaan penculikan yang belakangan ini beredar melalui pesan singkat di WhatsApp.

Sebab hingga saat ini polisi belum menerima laporan terkait upaya maupun aksi penculikan sebagaimana isu yang kini beredar.

“Jika ada pasti langsung kami ungkap dan tangkap pelakunya. Di Palembang saat ini tidak ada laporan terkait penculikan, jadi kami belum ada melakukan pengejaran pelaku,” ungkap Ngajib, Minggu (29/1/2023).

Polrestabes Palembang dan Polsek-Polsek telah berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk lebih berhati-hati dan mengimbau orangtua untuk tidak perlu khawatir terkait isu penculikan.

Selain itu, kata Ngajib, peran orangtua juga sangat diperlukan untuk menjaga anaknya agar tak menjadi korban kejahatan.

Diantara yang bisa dilakukan yakni mengantar jemput anak di waktu sekolah ataupun ketika mengikut kelas pelajaran tambahan seperti les.

“Anggota sudah berikan himbauan dan penjelasan baik langsung ke sekolah maupun di medsos. Jika benar ada penculikan segera lapor di nomor Banpol, pasti langsung kami tanggapi, ” ujarnya.

Polisi Buka Nomor Pengaduan

Sebelumnya, sempat beredar pesan singkat WhatsApp yang menyebut adanya percobaan penculikan di SDN 239 Palembang.

Namun setelah ditelusuri dan mengonfirmasi pihak sekolah, ternyata peristiwa percobaan penculikan itu terjadi di luar lingkungan sekolah. Hal ini pun menjadi kegelisahan orangtua.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Mokhammad Ngajib meminta agar orangtua menjemput anak-anak tepat waktu saat pulang sekolah atau bahkan sebelum jam pulang sekolah.

Serta memberitahu ke pihak sekolah jika mengalami keterlambatan untuk menjemput.

“Kita mengimbau agar orangtua datang ke sekolah menjemput anak sebelum jam pulang. Pihak sekolah diminta untuk, turut mengawasi jika siswa dijemput oleh orang lain yang tidak dikenali, ” ungkapnya.

Jika ada peristiwa penculikan yang terjadi warga diminta untuk segera lapor polisi atau melalui nomor bantuan polisi (Banpol) di nomor WhatsApp 081370002110.

Kronologis Kabar Percobaan Penculikan

Sebelumnya, berita Palembang viral, beredar viral percobaan penculikan anak sekolah di SDN 239 Palembang yang tersebar melalui pesan WhatsApp, Jumat (27/1/2023).

Dalam berita viral tersebut memuat percobaan penculikan dialami seorang anak siswa SD kelas satu di SDN 239 Palembang di Jalan Swadaya Kelurahan Srijaya Kecamatan Alang-alang Lebar Palembang.

Dia mengungkapkan kejadian itu tidaklah terjadi di lingkungan sekolah, melainkan di luar sekolah.

Kepala Sekolah SDN 239 Palembang Suwitah mengungkap kronologis kejadian tersebut, anak bernama Melda siswa kelas satu, hendak pulang sekolah jam 13.00 WIB. Di sekolah ini kelas satu ada dua sesi, yaitu 07.00-10.00 WIB dan 10.00-13.00 WIB.

“Jadi ketika Melda pulang jam 13.00 WIB semua anak sekolah sudah pulang, ada yang dijemput dan juga ada pulang sendiri. Pulang sendiri mungkin orang tua nya sibuk, dan tinggalnya memang dekat daerah sini,” kata Suwitah saat dijumpai dalam ruangannya, Jumat (27/1/2023).

Masih dikatakan Suwitah, percobaan penculikan ini terjadi di dekat Lorong Amaliah yaitu persis lorong rumahnya Melda yang terjadi sekitar beberapa hari yang lalu.

“Melda ini katanya diculik oleh orang pakai topeng pakai mobil, tapi sempat di tampar Melda jadi langsung kabur Melda nya,” kata Suwitah yang baru dapat informasi ini dari Wali kelasnya.

Jadi Suwitah akan menyelidiki kembali percobaan penculikan yang terjadi anak didiknya meski diluar lingkungan sekolah.

“Kami selidiki dulu, karena ini baru dapat informasi dari Wali kelasnya dan kakaknya sendiri yang duduk dibangku kelas 6 di sini,” ujar dia.

Hari ini dirinya memanggil kedua orang tua Melda, untuk mengetahui rinci bagaimana kronologi ini sampai-sampai ada percobaan penculikan di lorong rumahnya.

Sejak kejadian itu, Suwitah memberi edukasi atau peringatan kepada orang tua murid agar anak ini dijemput dan jangan biarkan anak ini pulang sendiri.

“Karena kalau anak sudah pulang dari lingkungan sekolah, maka kami tidak tahu lagi kemana anak-anak itu pulang,” kata Suwitah yang menitipkan pesan ini lewat Wali Kelas masing-masing.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Palembang Arianto memberikan edukasi atau peringatan ke Kepala Sekolah di seluruh Kota Palembang.

“Kalau bisa ajak orang tuanya sendiri untuk menjemput anaknya kalau anaknya masih dibawah kelas 5 SD,” kata Arianto.

Juga kepada pihak sekuriti atau keamanan di sekolah agar jangan menyerahkan anak-anak kepada orang lain selain orangtua si murid.

Pantauan di lapangan, lokasi sekolah ini berada di ujung dan dikeliling oleh permukiman rumah warga yang padat sehingga hanya bisa dilewati satu mobil saja.

Sementara itu, saat tribunsumsel.com menelusuri Lorong Amalia persis ditempat kejadian Melda akan diculik. Tapi saat menanyakan perihal rumah Melda warga sekitar tidak mengetahuinya.

 

 

 

Pos terkait