Penjelasan Kapolres Lampung Utara Usai Pria di Indralaya Meninggal Usai Ditangkap, Sebut Sindikat

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA – Kapolres Lampung Utara, AKBP Kurniawan Ismail menyebutkan jika Firullazi (33) warga Indralaya Ogan Ilir tewas usai melakukan perlawan kepada polisi.

Diketahui jika Firullazi ditangkap karena terlibat kasus pencurian hewan ternak di Lampung Utara.

Bahkan, polisi menyebut jika Firullazi merupakan anggota komplotan pencurian dengan kekerasan (curas) di wilayah Lampung Utara, Provinsi Lampung.

Bacaan Lainnya

Jenazah Firullazi diantarkan polisi ke rumah duka di Indralaya pada Jumat (27/1/2023) malam sekira pukul 22.00. WIB

AKBP Kurniawan Ismail juga menerangkan jika Firullazi merupakan anggota sindikat bersenjata api dan senjata tajam.

Pada kasus curas terakhir, sindikat tersebut mencuri ternak kambing dan menganiaya pemilik ternak hingga meninggal dunia.

“Pelaku dan komplotannya ini melakukan curas dan korbannya meninggal dunia. TKP di Abung Semuli,” kata Kurniawan kepada TribunSumsel.com via telepon, Sabtu (28/1/2023).

Menurut Kurniawan, sindikat curas ini telah beraksi beberapa kali di wilayah Lampung Utara, diantaranya di Kecamatan Abung Semuli, Abung Timur dan Abung Tengah.

Dari serangkaian hasil penyelidikan yg dilakukan gabungan Tim Tekab 308 Presisi Polda Lampung dan Tim Tekab 308 Presisi Polres Lampung Utara, terlacak keberadaan pelaku Firullazi di Indralaya.

“Tim gabungan sudah bekerja mengumpulkan bukti-bukti selama satu minggu melakukan pemantauan, pergerakan sindikat dan salah satunya adalah yang bersangkutan (Firullazi),” ungkap Kurniawan.

Setelah ditangkap pada Kamis (26/1/2023) lalu, saat polisi melakukan pengembangan, Firullazi disebut mencoba melawan petugas.

Petugas lalu memberikan beberapa kali tembakan peringatan, namun tak digubris Firullazi hingga yang bersangkutan ditembak dan meninggal dunia saat diberi pertolongan di rumah sakit.

Polisi kini masih mencari pelaku curas lainnya yang kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Masih dalam pengembangan, ini juga masih ada yang DPO. Tim masih bekerja,” pungkas Kurniawan.

Sementara keluarga mengungkapkan, di tubuh Filurrazi ada luka jahitan, luka lebam di wajah dan paha, serta kaki patah.

Iriani, istri Firullazi mengatakan saat penangkapan suaminya, polisi mencari senjata api namun tidak menemukannya selain menyita pisau dapur dan parang.

“Polisi ngaku dari Polda Lampung. Katanya suami saya maling kambing di Kotabumi di Lampung Utara,” ujar Iriani.

Saat Firullazi ditangkap polisi, Iriani memastikan suaminya dalam keadaan sehat tanpa kekurangan suatu apapun.

“Suami saya baik-baik saja waktu ditangkap, banyak saksinya,” ungkapnya.

Sebelum jasad Firullazi tiba di rumah duka, pihak keluarga berencana menuju Lampung untuk memastikan kondisi anggota keluarga mereka tersebut.

Namun Firullazi lebih dulu tiba di rumahnya dalam keadaan tak bernyawa, tanpa ada surat keterangan penyebab kematian.

Pihak keluarga saat ini masih berdiskusi untuk menuntut keadilan atas meninggalnya Firullazi.

Menurut Iriani, pihak keluarga ingin melapor ke Polda Sumatera Selatan, Polda Lampung hingga Mabes Polri.

“Tapi kan ini harus visum dulu baru bisa jadi dasar laporan. Sedangkan jenazah suami saya kasihan, harus segera dimakamkan,” kata Iriani.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *