PALEMBANG, SUMEKS.CO – Mulyadi, pengusaha asal Palembang dikubur di liang nomor 5.
Korban dukun Slamet ini teridentifikasi bersama Paryanto, warga Sukabumi. Sisanya masih terus dilakukan pencocokkan identitasnya.
Dukun pengganda uang asal Banjarnegara mengaku hanya lima korbannya, namun kemudian terungkap ada 12 jasad.
Tim forensik Polda Jawa Tengah terus melakukan pemeriksaan.
Sembilan jasad diantaranya sudah dimakamkam kembali secara layak, Selasa, 4 April 2023.
Namun memang baru dua korban yang sudah teridentifikasi, yaitu Mulyadi, pengusaha atau developer asal kota Palembang dan satu lagi korban Paryanto, warga asal Sukabumi.
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, penyidik telah mendapat pengakuan dari Mbah Slamet, bahwa korban dari Palembang itu tidak datang sendiri, dia bersama seorang wanita yang juga ikut menjadi korban.
Mbah Slamet mengira keduanya sepasang kekasih asal Palembang.
Mulyadi dan wanita itu dikubur dukun Slamet di kuburan yang sama. “Liang nomor 5,” jelas Kapolda.
Mbah dukun Slamet ternyata berusaha menutupi berapa jumlah korbannya.
Dia terbukti berbohong. Dan itu dilakukannya berkali-kali.
Semula dukun sadis ini hanya mengaku membunuh 5 orang. Tapi kemudian polisi mendapati 9 jenazah.
Terakhir, fakta di lapangan polisi menemukan 12 jasad.
Pengakuan Slamet, kuburan Paryanto, 53 tahun, warga Sukabumi dikuburkan di liang nomor satu.
Kemudian, warga asal Gunung Kidul laki-laki belum diketahui namanya, di liang nomor dua.
Selanjutnya, 2 kuburan warga Tasikmalaya, ada sepasang laki-laki dan wanita, itu masuk kuburan nomor tiga.
Warga Jakarta yang ikut menjadi korban juga pasangan, pria dan wanita, di liang nomor empat.
Dua orang asal Jogja di liang yang sama dikubur di lubang nomor enam.
Hingga saat ini penyidik polisi baru mendeteksi 9 mayat, yakni 6 pria usia 40 sampai dengan 50 tahun, dan 3 orang perempuan usia 25-35 tahun.
“Semua korban didapati botol air mineral, secara medis korban ini mati lemas dan tidak ditemukan adanya kekerasan,” jelas Kapolda.
Selanjutnya, Kapolda minta bantuan masyarakat, jika merasa ada keluarganya yang hilang supata cepat lapor ke kantor polisi terdekat.
Seperti diberitakan, kasus pembunuhan sadis ini terungkap berkat laporan GE, anak korban berinisial PO.
GE lapor ke Polres Banjarnegara 27 Maret 2023.
Bahkan GE ini juga saksi mata, karena diajak ayahnya PO bertemu seseorang di Banjarnegara bulan Juli 2023.
Berdua menumpang bus dari Sukabumi tujuan Wonosobo.
Di Wonosobo PO dan GE bertemu Mbah Slamet.
Dukun ini kemudian mengajak kedunya ke rumahnya di Desa Balun, Wanayasa, Banjarnegara.
Dukun Slamet kemudian membawa PO ke salah satu ruangan, sedangkan GE disuruh tunggu diluar.
Selanjutnya, 20 Maret 2023, PO kembali lagi ke Banjarnegara.
Hanya seorang diri bertemu Mbah Slamet. Tiba di Banjarnegara 23 Maret 2023. PO ini sempat kontak SL, anaknya yang lain, adik GE. PO mengatakan sedang berada di rumah Mbah Slamet.
Dia minta anaknya berjaga-jaga seandainya dia berumur pendek.
Jika tidak ada kabar lagi hari Minggu, 26 Maret 2023. (*/nt)
