Jakarta – Bayu, bocah berusia 2 tahun menjadi salah satu korban ‘serial killer’ Wowon cs. Wowon tega membunuh anaknya sendiri dari dengan dalih untuk ‘mencapai kesuksesan’.
“Keterangan pelaku, ini tetap masih menjadi pencatatan penyidik terkait dengan kenapa anak-anak menjadi bagian daripada korban. Secara hasil pemeriksaan pengakuannya adalah untuk memberikan kesuksesan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko kepada wartawan, Rabu (26/1/2023).
Trunoyudo mengatakan pihaknya tak akan begitu saja mempercayai pengakuan tersangka. Penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metrp Jaya akan melakukan penyidikan secara ilmiah dan mendalam untuk mengungkap fakta sebenarnya.
“Secara hasil pemeriksaan pengakuan adalah untuk memberikan kesuksesan yang lebih lagi. Namun demikian penyidikan tidak berhenti sampai di situ, scientific tetap jalan,” katanya.
Namun, apapun alasan Wowon cs membunuh 9 korbannya tak bisa dibenarkan. Polisi memastikan penyidikan kasus serial killer ini bukan hanya penegakan hukum, tetapi juga demi misi kemanusiaan.
Sehingga, ia memastikan Wowon cs akan diusut tuntas hingga ke pengadilan agar mendapatkan hukuman yang setimpal.
“Namun apapun alasan pembenar tidak ada alasan pembenar dan ini bahkan jadi pertimbangan penyidik untuk diajukan ke criminal justice system daripada proses pengadilan,” ujar Trunoyudo.
Bayu adalah anak Wowon dari hasil pernikahan siri dengan Ai Maemunah. Ai Maemunah sendiri tewas dibunuh oleh Solihin alias Duloh (63), partner in crime Wowon.
Ai Maemunah dibunuh dengan cara diracun di kontrakan di Bantargebang, Kota Bekasi. Selain Ai Maemunah, 2 anaknya dari pernikahan dengan Didin, Ridwan dan Riswandi, juga tewas diracun Wowon cs.
Sementara Bayu dieksekusi Duloh sekitar 3 bulan sebelum ‘kuburannya’ ditemukan. Duloh mencekik Bayu di dalam lubang galian sekitar 1×1,5 meter yang berada di samping rumah Wowon di Ciranjang, Cianjur.
Dalih Sunat Bayu
Seperti diketahui, pelaku beralasan akan membawa anak bungsunya itu ke kampung halamannya di Lombok untuk disunat supaya istrinya tak curiga dan mencari-cari korban.
Salsa, kakak tiri Bayu, mengungkapkan sekitar 3 bulan lalu, Wowon membawa Bayu dengan mengendarai sepeda motor. Kepada dia dan ibunya, Wowon menyebut akan menyunat Bayu di Lombok di kampung halamannya.
“Katanya mau disunat di Lombok di rumah ibu ayah tiri saya. Berangkatnya pakai motor dari kontrakan di Cipeuyeum, Kecamatan Haurwangi,” kata Salsa, Minggu (22/1).
Setelah itu, lanjut Salsa, adik tirinya itu tak pernah lagi terlihat ataupun dibawa pulang. Dia bersama sang ibu dan kakaknya tidak menaruh curiga lantaran mengira jika adiknya itu tinggal sementara di kampung halaman Wowon.
“Saya kira tinggal di sana di kampung halaman bapak tiri. Kan dari awal bilangnya mau disunat di sana,” jelas Salsa.
